Berita

Kabinet Merah Putih. (Foto: Istimewa)

Politik

Kondisi Kabinet Merah Putih Jadi Beban Prabowo

RABU, 08 JULI 2026 | 13:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Prabowo Subianto perlu segera melakukan perombakan atau reshuffle sekaligus merampingkan Kabinet Merah Putih agar pemerintahan berjalan lebih efektif dalam menjalankan visi dan misi yang telah dicanangkan. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat konsolidasi pemerintahan sekaligus memastikan seluruh pembantu presiden memiliki pandangan yang sejalan dengan kepala negara.

Pandangan tersebut disampaikan pegiat politik sekaligus Eksponen Angkatan Reformasi 98, Andrianto Andri dalam acara Seminar bertajuk "Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis Politik Pemerintahan Prabowo", yang diselenggarakan Program Studi Doktor Ilmu Politik Univeritas Nasional di Menara Unas, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa 7 Juli 2026.


Menurutnya, kondisi kabinet saat ini sudah tidak lagi ideal dan justru berpotensi menjadi beban bagi presiden dalam menjalankan program-program strategis.

"Harus kita akui, kabinet ini terlalu gemuk dan terlalu dipaksakan," kata Andri, dikutip Rabu 8 Juli 2026. 

Menurut Andri, terlihat jelas yang menjadi anggota kabinet adalah orang-orang yang tidak tahu dan tidak mengerti visi misi Prabowo. 

"Jadi, jika Prabowo ingin kebijakannya dijalankan secara efektif dan efisien, segera lakukan reshuffle, terutama terhadap orang yang merupakan titipan presiden sebelumnya," tegas Andri.

Andri menilai langkah perombakan kabinet harus dibarengi dengan penyederhanaan jumlah kementerian agar pemerintahan menjadi lebih efisien dan tidak membebani anggaran negara.

"Jika ingin sukses, Prabowo harus mencari pembantunya yang sepaham, seide dan sevisi dengan dirinya. Di samping itu, perlu dilakukan perampingan anggota kabinet. Sehingga tidak boros dan menghabiskan anggaran yang terlalu banyak," pungkas Andri.

Dalam seminar tersebut, Andri bersama sejumlah narasumber lain, seperti Fuad Bawazier, Selamat Ginting, Irma Indriyani dan lainnya membahas tantangan pemerintahan Prabowo dari berbagai perspektif politik dan geopolitik.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya