Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Sesi I Terkoreksi 1,11 Persen, Ketegangan Timur Tengah Picu Tekanan di Bursa Asia

RABU, 08 JULI 2026 | 12:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I, Rabu siang 8 Juli 2026 di zona merah dengan pelemahan 66,34 poin atau 1,11 persen ke level 5.920. 

Tekanan jual tidak hanya terjadi di pasar domestik, tetapi juga melanda mayoritas bursa saham Asia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 5.984 dan sepanjang sesi pertama bergerak di rentang 5.897 hingga 5.984. Sebanyak 447 saham ditutup melemah, 197 saham menguat, dan 142 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.374,72 triliun.


Aktivitas perdagangan mencapai 12,25 miliar saham dengan nilai transaksi Rp5,22 triliun dan frekuensi 1,13 juta kali.

Investor asing masih melanjutkan aksi jual dengan membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp176,83 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, nilai jual bersih asing mencapai Rp205,38 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai tercatat beli bersih Rp28,55 miliar.

Meski demikian, aktivitas perdagangan masih didominasi investor domestik. Dari total volume transaksi sekitar 22,4 miliar saham, investor domestik menguasai 84,49 persen atau sekitar 18,9 miliar saham. Sementara investor asing berkontribusi 15,51 persen atau sekitar 3,5 miliar saham.

Pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia. Hingga perdagangan siang, indeks KOSDAQ memimpin penurunan, disusul KOSPI, Nikkei 225, Sensex, TOPIX, SET Index, Shenzhen Composite, TW Weighted Index, dan KLCI yang juga bergerak di zona negatif.

Sentimen utama yang membebani pasar berasal dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kekhawatiran investor kembali mencuat setelah Iran dilaporkan menembakkan sedikitnya dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz pada Senin malam waktu setempat.

Memanasnya situasi di salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global serta mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko. 

Kondisi ini turut memberikan tekanan pada pasar saham kawasan, termasuk IHSG, di tengah masih berlangsungnya aksi jual investor asing.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya