Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Melonjak usai AS Cabut Lagi Pelonggaran Sanksi Iran

RABU, 08 JULI 2026 | 09:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melonjak setelah meningkatnya kembali ketegangan di kawasan Selat Hormuz, menyusul serangan terhadap kapal tanker di dekat jalur tersebut yang memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.

Pada penutupan Selasa, 7 Juli 2026, waktu Amerika Serikat, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, ditutup naik sekitar 3 persen ke level 74,16 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,8 persen menjadi 70,44 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga berlanjut di perdagangan setelah penutupan pasar. Brent sempat melonjak 5,6 persen menjadi sekitar 76,04 Dolar AS per barel, sedangkan WTI naik 5,4 persen ke 72,25 Dolar AS per barel.


Lonjakan harga dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal tanker gas alam cair (LNG) Qatar, Al-Rekayyat, yang sedang melintas di dekat Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini sangat vital karena menjadi jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Dr. Majed al Ansari, mengecam keras insiden tersebut dan menuntut Iran segera menghentikan tindakan yang mengancam keamanan kawasan serta keselamatan pelayaran internasional. Qatar juga menyatakan Iran bertanggung jawab penuh atas serangan dan seluruh dampak yang ditimbulkannya.

Insiden itu sejalan dengan laporan UK Maritime Trade Operations (UKMTO) yang menyebut sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman. Pada hari berikutnya, UKMTO kembali melaporkan kapal tanker lain diduga dihantam proyektil hingga mengalami kerusakan struktural.

Sentimen pasar semakin terdorong setelah pemerintah AS mencabut kembali otorisasi yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyaknya ke pasar internasional. Seorang pejabat AS mengatakan kebijakan tersebut diambil karena kesepakatan dengan Iran sepenuhnya bergantung pada kepatuhan Teheran terhadap isi nota kesepahaman yang telah disepakati.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya