Berita

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

MINGGU, 05 JULI 2026 | 06:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Setahun setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia mengambil alih pengelolaan aset badan usaha milik negara (BUMN), sejumlah perusahaan pelat merah diklaim mencatat perbaikan kinerja keuangan. Beberapa BUMN yang sebelumnya merugi berhasil membukukan laba.

Pakar sekaligus praktisi komunikasi M. Fariza Irawady mengatakan, angka-angka tersebut tidak dapat dibaca semata sebagai lonjakan laba biasa, melainkan sinyal awal bahwa konsolidasi, efisiensi, serta disiplin tata kelola mulai berjalan. 

Ia mengatakan, keberhasilan Danantara tidak cukup diukur dari besarnya aset atau laba BUMN, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap pembangunan nasional.


"Keuntungan yang dihasilkan BUMN harus menjadi energi baru bagi pembangunan. Ketika kinerja perusahaan negara meningkat, ruang fiskal dan kemampuan investasi pemerintah untuk menjalankan program prioritas juga makin kuat," kata Fariza dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 4 Juli 2026.

Fariza melihat keberhasilan Danantara juga penting dari perspektif komunikasi publik. Menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap proyek ekonomi besar hanya bisa dibangun ketika narasi optimisme didukung hasil yang konkret.

Dalam pandangannya, Presiden Prabowo Subianto selama ini konsisten membangun optimisme bahwa Indonesia mampu berdiri lebih kuat secara ekonomi, terutama melalui hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan pengelolaan aset strategis nasional. 

Danantara, kata dia, menjadi salah satu instrumen paling penting untuk menerjemahkan narasi besar tersebut ke dalam kerja yang lebih operasional.

Fariza juga memberi apresiasi kepada CEO Rosan Roeslani dan jajaran pengurusnya yang dinilai berhasil menjaga arah transformasi investasi negara agar tetap profesional, akuntabel, dan berorientasi hasil. 

"Pertumbuhan laba sejumlah BUMN menjadi indikator bahwa transformasi tata kelola bergerak ke arah yang benar," kata Fariza.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan Danantara ke depan tetap besar. Konsistensi tata kelola, transparansi, dan kemampuan menjaga kepercayaan publik akan menjadi faktor penentu.

"Sinergi antara visi besar Presiden Prabowo dan eksekusi Danantara merupakan kombinasi penting," pungkas Fariza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya