Berita

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 17:04 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah didesak segera mengambil langkah cepat memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak parah akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu siang, 16 Agustus 2026, tercatat sedikitnya 93 fasilitas pendidikan mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK rusak.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan, pemetaan komprehensif terhadap kondisi sekolah, tenaga pengajar, hingga para siswa harus dilakukan secara cepat dan akurat.


"Kerusakan sekolah harus segera dipetakan secara menyeluruh, termasuk kondisi bangunan, sarana pembelajaran, guru, dan peserta didik. Data yang akurat sangat penting agar penanganan tidak terlambat dan bantuan tepat sasaran," tegas Hetifah dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Politikus Golkar ini mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat proses rehabilitasi serta rekonstruksi bangunan sekolah. Selama masa darurat, pemerintah juga diwajibkan menyediakan ruang belajar sementara dan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak di pengungsian.

"Akses pendidikan tidak boleh terputus. Anak-anak tetap harus mendapatkan ruang yang aman untuk belajar dan bermain selama proses pemulihan berlangsung," ujarnya.

Ia menambahkan, proses pemulihan tak boleh sebatas memperbaiki fisik bangunan, melainkan harus mencakup pemenuhan mebel seperti meja-kursi, perangkat belajar, hingga perlengkapan pribadi siswa.

"Jangan hanya membangun kembali fisik sekolahnya. Perangkat pembelajaran dan kebutuhan dasar siswa terdampak juga harus dipastikan tersedia," pungkas Hetifah.

Gempa M 7,7 sebelumnya mengguncang NTT pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026. Pusat gempa terdeteksi berada di laut, tepatnya 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya