Berita

Polri mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban bencana gempa NTT. (Foto: Dok. Polri)

Presisi

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 18:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Polri bergerak cepat memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 10 ekor anjing pelacak dengan kualifikasi SAR berpengalaman dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diterbangkan khusus menuju lokasi bencana, Minggu, 16 Agustus 2026.

Pengerahan Satwa K9 beserta 21 personel pendamping tersebut menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 rute Pondok Cabe-Labuan Bajo.


"Kecepatan merupakan hal utama dalam penanganan bencana. Tim kembali kita berangkatkan dan pembagian tugas dilakukan melalui koordinasi ketat bersama Polda NTT," ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko.

10 K9 yang diterjunkan di antaranya Walet, Ari, Rubin, Dasa, hingga Gyra memiliki spesialisasi Canine Search and Rescue (CSAR) serta cadaver untuk mendeteksi korban tertimbun reruntuhan maupun meninggal dunia. Keahlian ini telah teruji pada penanganan bencana Sumatera akhir 2025 lalu.

Tim dipimpin Iptu Erasmus dengan membawa serta perlengkapan operasional, dokter hewan, hingga bantuan logistik seberat 3,4 ton. Bantuan mencakup makanan siap saji, obat-obatan, hingga perlengkapan medis darurat.

Sejumlah kawasan prioritas pencarian awal meliputi Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur, dengan opsi pergeseran dinamis sesuai kebutuhan lapangan di wilayah hukum Polda NTT.

"Polri berempati penuh dan memahami proses pencarian sangat krusial bagi masyarakat terdampak. Prioritas utama kami adalah melakukan evakuasi dan penyelamatan bagi para korban," pungkas Trunoyudo.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya