Berita

Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi saat safari politik ke Lampung (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Mulai Ganggu Zona Nyaman Gerindra dan PDIP

RABU, 01 JULI 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Lampung dinilai menghadirkan pesan politik yang memantik perhatian publik.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, mengatakan, Lampung memiliki makna tersendiri dalam peta politik nasional karena dikenal sebagai salah satu basis kekuatan Partai Gerindra sekaligus memiliki akar dukungan PDIP yang kuat.

Menurutnya, dengan memilih Lampung sebagai lokasi safari politik, Jokowi memunculkan beragam tafsir mengenai arah konsolidasi politik yang sedang dibangun.


"Ini bukan sekadar safari politik biasa untuk membesarkan partai baru menuju 2029, melainkan sebuah penegasan status sebagai kingmaker yang siap mendisrupsi zona nyaman partai-partai mapan. Lanskap politik Lampung yang tadinya stabil kini dipaksa membaca ulang arah angin kekuasaan yang dibawa oleh sang mantan presiden," kata Saiful kepada RMOL, Rabu, 1 Juli 2026.

Saiful menilai, gaya politik Jokowi yang mengedepankan simbolisme lokal, mulai dari pakaian adat hingga ritual kebudayaan, selalu berhasil menarik perhatian publik.

"Di satu sisi, langkah ini memperlihatkan kelihaian dalam merangkul identitas kultural daerah. Namun di sisi lain, ia menyisipkan ketajaman pesan yang membuat para elite di Jakarta terpaksa menghitung ulang kalkulasi politik mereka," terang Saiful.

Menurut Saiful, keberanian untuk masuk ke basis-basis massa krusial dan mempertontonkan gestur yang multitafsir memperlihatkan bahwa sang tokoh masih memiliki daya tawar dan magnetisme politik yang sangat diperhitungkan.

"Pro dan kontra mengenai apakah peristiwa di Lampung itu merupakan bentuk kesombongan politik atau sekadar penghormatan adat akan terus menggelinding di ruang publik. PDI Perjuangan boleh saja menepis kaitan logika kerbau dan banteng, namun dalam politik praktis, persepsi sering kali jauh lebih kuat daripada fakta itu sendiri," terang Saiful.

Menurut Saiful, pesan yang ditangkap publik telah berkembang menjadi bagian dari pembacaan politik terhadap langkah Jokowi.

"Pesan yang ditangkap publik sudah terlanjur solid, Jokowi tengah mengonsolidasikan kekuatan baru, bergerak tanpa beban masa lalu, dan siap menghadapi siapa pun yang mencoba menghalangi jalan konsolidasi politiknya ke depan," pungkas Saiful.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya