Berita

Piala Dunia 2026/Net

Sepak Bola

Alasan Bendera Arab Saudi Tak Dihamparkan di Lapangan Piala Dunia 2026

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 18:53 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Pemandangan lazim sesaat sebelum peluit kick-off Piala Dunia dibunyikan adalah membentangnya hamparan raksasa bendera dari kedua negara yang bertanding di tengah lapangan hijau.

Namun, pada pergelaran Piala Dunia 2026, ada satu pengecualian mencolok yang membedakan tim nasional Arab Saudi dari puluhan negara peserta lainnya.

Bendera kebanggaan mereka menjadi satu-satunya yang tidak pernah dan tidak akan diletakkan membentang di atas rumput stadion.


Protokol istimewa ini sama sekali bukan kebetulan, melainkan berakar kuat pada nilai-nilai religius dan penghormatan budaya yang mutlak.

Bendera hijau Arab Saudi yang ikonis tersebut memuat kaligrafi kalimat suci Syahadat (La ilaha illallah, Muhammadur rasulullah), yang merupakan inti dari akidah umat Islam, berdampingan dengan gambar sebilah pedang.

Dalam tradisi dan hukum Islam, meletakkan kalimat yang mengandung asma Allah di atas tanah, lantai, atau membiarkannya sejajar dengan alas kaki dianggap sebagai bentuk pelecehan yang sangat dilarang.

Oleh karena itu, demi menjaga kesucian kalimat tersebut, otoritas Arab Saudi memiliki aturan ketat yang melarang bendera nasional mereka dihamparkan mendatar, diturunkan setengah tiang, atau digunakan sebagai ornamen komersial yang berisiko terinjak.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan komite penyelenggara Piala Dunia 2026 sepenuhnya menyadari dan menghormati protokol sakral ini.

Sebagai alternatif dalam prosesi prapertandingan, bendera Arab Saudi tetap dihadirkan di dalam stadion, namun dengan cara dipegang dalam posisi tegak atau dikibarkan dengan hormat oleh para petugas upacara, alih-alih dibaringkan di atas rumput.

Pemandangan unik yang hanya terjadi pada laga-laga The Green Falcons ini tidak sekadar menjadi daya tarik visual.

Lebih dari itu, hal ini menjadi simbol kuat akan tingginya toleransi, pemahaman lintas budaya, serta penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan di panggung olahraga terbesar di dunia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya