Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah melihat, dalam studi intelijen modern, sebuah gerakan politik tidak selalu diukur dari jumlah massa yang turun ke jalan, melainkan dari kemampuan membangun persepsi publik bahwa negara sedang berada dalam kondisi krisis.
Amir menjelaskan bahwa terdapat pola yang kerap digunakan dalam berbagai operasi politik di banyak negara, yakni membangun narasi berlapis yang secara bertahap menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
Selasa, 01 September 2026 | 11:03
UPDATE
Senin, 07 September 2026 | 22:28
Senin, 07 September 2026 | 22:10
Senin, 07 September 2026 | 21:55
Senin, 07 September 2026 | 21:35
Senin, 07 September 2026 | 21:28
Senin, 07 September 2026 | 21:15
Senin, 07 September 2026 | 20:50
Senin, 07 September 2026 | 20:48
Senin, 07 September 2026 | 20:46
Senin, 07 September 2026 | 20:31