Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah melihat, dalam studi intelijen modern, sebuah gerakan politik tidak selalu diukur dari jumlah massa yang turun ke jalan, melainkan dari kemampuan membangun persepsi publik bahwa negara sedang berada dalam kondisi krisis.
Amir menjelaskan bahwa terdapat pola yang kerap digunakan dalam berbagai operasi politik di banyak negara, yakni membangun narasi berlapis yang secara bertahap menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Populer
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27
Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00
Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18
Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21
Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19
Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00
UPDATE
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02
Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56
Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46
Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40
Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34