Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Isu Kerusuhan Juli-Agustus Tak Boleh Dianggap Remeh

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 00:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Di tengah meningkatnya kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebagian kalangan mulai mempertanyakan apakah gelombang demonstrasi yang terjadi murni lahir dari aspirasi mahasiswa atau telah beririsan dengan agenda politik yang lebih besar.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah melihat, dalam studi intelijen modern, sebuah gerakan politik tidak selalu diukur dari jumlah massa yang turun ke jalan, melainkan dari kemampuan membangun persepsi publik bahwa negara sedang berada dalam kondisi krisis.

Amir menjelaskan bahwa terdapat pola yang kerap digunakan dalam berbagai operasi politik di banyak negara, yakni membangun narasi berlapis yang secara bertahap menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.


“Jika kita melihat dinamika yang berkembang beberapa bulan terakhir, ada akumulasi isu yang terus diarahkan pada satu titik, yaitu membangun persepsi bahwa pemerintahan Prabowo gagal mengelola negara," kata Amir, dikutip Kamis 18 Juni 2026.

"Narasi ini muncul melalui berbagai isu ekonomi, hukum, sosial, hingga dugaan konflik elite,” sambungnya.

Menurutnya, dalam perspektif intelijen strategis, pembentukan opini mengenai krisis sering kali menjadi tahap awal sebelum muncul tekanan politik yang lebih besar.

Amir menilai bahwa berbagai isu yang beredar mengenai kemungkinan terjadinya gejolak sosial pada Juli hingga Agustus patut dicermati secara serius.

“Demo yang bertujuan menggoyang Prabowo, isu tentang akan terjadinya kerusuhan pada bulan Juli dan Agustus, besar kemungkinan memang sudah masuk dalam sebuah skenario yang disusun oleh kelompok-kelompok yang secara konsisten mengkritisi pemerintahan saat ini,” kata Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya