Berita

Koperasi Ferry Juliantono sekaligus Ketua IKA Unpad membuka Forum Ekonomi Hijau bertajuk “Pengembangan Ekosistem dan Sumber Daya” yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta. (Foto: Kemenkop)

Politik

Koperasi Didorong Jadi Motor Pengembangan Ekonomi Hijau

RABU, 17 JUNI 2026 | 17:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk penguatan ekonomi hijau yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. 

Koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam mengelola sumber daya secara produktif, adil, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam transformasi ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono sekaligus Ketua IKA Unpad membuka Forum Ekonomi Hijau bertajuk “Pengembangan Ekosistem dan Sumber Daya” yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.


“Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koperasi mendorong berbagai kegiatan perkembangan koperasi berbasis energi terbarukan, sehingga instrumen kemandirian ekonomi desa itu juga bisa berkembang secara bersamaan,” ujarnya.

Kementerian Koperasi menemukan fakta bahwa masih terdapat desa-desa di Indonesia yang belum memiliki akses listrik saat menjalankan program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Kondisi tersebut membuat warga hanya mengandalkan listrik dari solar yang menyala sekitar 4-5 jam per hari.

“Kemudian, waktu itu kami berdiskusi dengan PT PLN dan membuat pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 6 mega yang kami buat pilot project di Sembur Laut, di Pulau Sumber Laut, Kota Batam. Dalam waktu dekat sudah bisa diresmikan untuk menjadi model percontohan dan harapannya nanti di desa-desa yang belum memiliki listrik ini bisa direplikasi di desa-desa tersebut,” ucapnya.

Menurut Menkop, jumlah desa yang belum ada listriknya, mereka menggunakan solar yang cukup mahal bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan pendapatan. 

“Dengan kekayaan potensi yang dimiliki ini sebenarnya masih perlu untuk ditingkatkan karena kita juga memiliki tantangan yang besar juga seperti penguatan kapasitas SDM, teknologi, koordinasi lintas sektor, serta memastikan transisi ekonomi yang hadir bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, diperlukan kebijakan dan pembiayaan yang inovatif agar pembangunan hijau juga dapat berjalan secara inklusif,” ujarnya.
 
Ferry menambahkan, transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya bertumpu pada kebijakan nasional dan juga dari pelaku usaha besar, tapi juga harus tumbuh dari tingkat tingkat komunitas. 

"Saya berharap forum ini bisa menghasilkan sesuatu rekomendasi yang menjadi referensi bagi semua stakeholder,” tutup Menkop.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya