Berita

Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. (Foto: Tangkap layar YouTube Bambang Widjojanto)

Politik

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

SELASA, 16 JUNI 2026 | 03:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menyoroti gaya pidato Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan yang kerap memicu polemik.

Salah satunya ketika Prabowo kembali mengeluarkan pernyataan yang dianggap kontroversial dalam acara Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Lampung beberapa waktu lalu.

Salah satu yang disorot adalah penggunaan peribahasa "anjing menggonggong kafilah berlalu" saat merespons kritik.


"Di Hipmi itu kan ngomong anjing menggonggong kafilah berlalu. Terus dia bilang yang nyinyir-nyinyir, podcast-podcast gitu," kata Pangi lewat kanal Youtube Bambang Widjojanto, dikutip Selasa 16 Juni 2026.

Pangi menegaskan bahwa seorang presiden perlu memahami dampak psikologis dari setiap pidato yang disampaikan kepada masyarakat. 

Menurut Pangi, terdapat tiga aspek penting yang harus diperhatikan dalam komunikasi publik seorang kepala negara.

"Pertama adalah sentimen. Kedua apakah yang disampaikan itu menggembirakan hati rakyat atau tidak. Yang ketiga apakah yang disampaikan ini betul-betul menjaga perasaan rakyat," kata Pangi.

Pangi menekankan bahwa pidato yang bernuansa sindiran atau tantangan justru berpotensi memicu reaksi balik dari masyarakat, terutama di tengah situasi ekonomi yang dinilai tidak mudah.

"Jaga perasaan rakyat, jangan ngeledek, jangan nantang-nantangin," kata Pangi.

Karena itu, Pangi berpandangan bahwa kinerja pemerintah sebaiknya dibuktikan melalui hasil nyata, bukan melalui pernyataan-pernyataan yang memancing kontroversi.

"Nantikan rakyat akan menilai. Nah itu yang enggak perlu pidato panjang. Biar waktu yang membuktikan," pungkas Pangi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya