Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL)

Bisnis

Kemenpar Cari Solusi Lonjakan Harga Avtur demi Jaga Pariwisata dan Konektivitas Udara

SENIN, 15 JUNI 2026 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mencari solusi atas tingginya harga avtur. 

Dalam pernyataannya baru-baru ini,  Kemenpar menyatakan komitmennya untuk menjaga ekosistem industri penerbangan nasional. Tingginya harga avtur dinilai berdampak pada konektivitas penerbangan, sektor pariwisata, hingga aktivitas ekonomi nasional.

"Kami bersama Kementerian Perhubungan melakukan komunikasi dengan industri penerbangan di dalam negeri untuk bersama-sama menjaga ekosistem industri penerbangan nasional, yang akan berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan," kata Kemenpar di Jakarta, dikutip Senin 15 Juni 2026. 


Menurut Kemenpar, konektivitas udara memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga agar kenaikan harga avtur tidak berdampak signifikan terhadap harga tiket pesawat yang dapat menekan minat masyarakat untuk bepergian.

Kemenpar menyampaikan pihaknya telah berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan berbagai instansi terkait untuk melakukan langkah mitigasi guna menahan kenaikan harga tiket pesawat domestik akibat lonjakan harga avtur.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keterjangkauan tiket bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus mendukung peningkatan perjalanan wisata nusantara melalui kampanye #BanggaBerwisataDiIndonesia.

Pemerintah juga berupaya menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan dengan memastikan akses transportasi udara tetap terjangkau. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga mobilitas masyarakat dan mempertahankan momentum pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Kemenpar berharap sinergi lintas kementerian dan pelaku industri penerbangan dapat menjaga konektivitas udara nasional sehingga sektor pariwisata tetap tumbuh meski menghadapi tekanan kenaikan biaya operasional penerbangan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya