Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Indonesia Desak DK PBB Perkuat Perlindungan Pasukan Perdamaian

KAMIS, 28 MEI 2026 | 11:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya penguatan perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Dalam keterangannya, Sugiono menilai penghormatan dan perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus menjadi perhatian serius komunitas internasional. 

Menurutnya, keselamatan personel peacekeeper merupakan bagian mendasar dari mandat PBB dalam menjaga stabilitas global.


“Hal yang kami juga sampaikan adalah pentingnya penghormatan terhadap ataupun pelindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian,” kata Sugiono.

Ia turut menyinggung pengalaman pahit yang dialami Indonesia setelah empat personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur saat menjalankan tugas. 

Peristiwa tersebut, kata Sugiono, menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap peacekeeper tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Oleh karena itu kita menekankan kembali pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Bukan sesuatu yang tadi saya sampaikan opsional tapi merupakan sebuah kewajiban karena ini merupakan juga inti ataupun core daripada apa yang harus dilakukan oleh BBB khususnya Dewan Keamanan,” ujarnya.

Selain menyoroti isu perlindungan peacekeeper, Sugiono kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif, demokratis, dan transparan.

Indonesia menilai struktur DK PBB saat ini perlu diperbarui agar mampu mencerminkan kepentingan serta suara negara-negara berkembang.

“Kita mendorong suatu reformasi Dewan Keamanan yang lebih representatif, lebih demokratis, lebih transparan dan juga mampu mencerminkan atau mewakili suara-suara di negara-negara berkembang sehingga cita-cita dan tujuan di bentuknya PBB itu bisa dicapai dan bisa dilaksanakan,” tutup Sugiono.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya