Presiden AS Donald Trump (Foto: Gedung Putih)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap media arus utama negaranya melalui unggahan di Truth Social yang dikutip pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam pernyataannya, Trump menuding media besar AS akan memutarbalikkan fakta terkait Iran, bahkan bila negara tersebut mengalami kekalahan total.
Trump menggambarkan secara sarkastik situasi di mana Iran menyerah sepenuhnya kepada Amerika Serikat.
Dia menyebut Angkatan Laut Iran telah hancur, Angkatan Udara mereka lenyap, hingga seluruh militernya meninggalkan Teheran sambil mengangkat bendera putih.
“Jika Iran menyerah, mengakui Angkatan Laut mereka telah lenyap dan beristirahat di dasar laut, dan Angkatan Udara mereka telah tiada, dan jika seluruh Militer mereka meninggalkan Teheran, senjata dijatuhkan dan tangan diangkat tinggi, masing-masing berteriak ‘Saya menyerah, saya menyerah’ sambil mengibarkan Bendera Putih, dan jika seluruh Kepemimpinan mereka yang tersisa menandatangani semua “Dokumen Penyerahan” yang diperlukan, dan mengakui kekalahan mereka kepada kekuatan besar dan dahsyat Amerika Serikat,” tulis Trump.
Meski menggambarkan Iran dalam posisi kalah mutlak, Trump mengklaim media-media besar Amerika tetap akan memberitakan sebaliknya. Ia secara khusus menyindir The New York Times, Wall Street Journal, dan CNN yang selama ini kerap menjadi sasaran kritiknya.
“The Failing New York Times, The China Street Journal (WSJ!), CNN yang Korup dan kini Tidak Relevan, dan semua anggota Media Berita Palsu lainnya, akan memberitakan bahwa Iran meraih Kemenangan yang Luar Biasa dan Cemerlang atas Amerika Serikat, padahal kenyataannya tidak demikian,” lanjut Trump.
Dalam unggahan tersebut, Trump juga kembali menyerang Partai Demokrat yang ia sebut sebagai “Dumakrat”. Menurutnya, Demokrat bersama media arus utama telah kehilangan arah dalam memandang berbagai isu politik dan internasional.
“Para Dumakrat dan Media telah benar-benar kehilangan arah. Mereka benar-benar GILA!!!” tegas Trump.