Berita

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Publika

Kombes Budi Hermanto Bercanda soal Kasus Ijazah Jokowi

RABU, 27 MEI 2026 | 18:16 WIB

DIKSI "surprise" dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat ditanya update kasus ijazah Joko Widodo alias Jokowi, dipertanyakan kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin. Diksi yang tak ada, bahkan tak dikenal sama sekali dalam hukum acara.

Diksi "surprise", menurut Ahmad Khozinudin, hanya dikenal dalam istilah acara ulang tahun atau acara informal lain. 

Apakah kasus tindak pidana ada pula istilah suprise atau tidak suprisenya? Kalau ada, bahaya sekali nasib orang disurprisekan seperti itu.


Kombes Buhdi Hermanto memang terlihat bercanda saat melontarkan diksi "suprise" itu kepada wartawan. 

Tapi, kasus yang sudah lama seperti ijazah Jokowi ini, apakah masih layak dijadikan bahan bercandaan? Rasanya, tidak.

Apalagi kabarnya, dan dibenarkan oleh relawan Jokowi, bahwa Jokowi sudah marah dan gebrak meja, karena kasus Roy Suryo cs tak kunjung P21. 

Jokowi, seperti dikatakan relawannya, beranggapan bahwa ada orang yang menginginkan kasus ini mangkrak.

Siapakah orang itu? Seperti biasa; seperti saat melempar tuduhan adanya orang besar di balik kasus ijazah ini, tak mau disebutkan. 

Pokoknya, ada. Kalau tak P21 juga, maka bukan mustahil Jokowi akan membuka siapa orang itu. Entahlah. Selalu begitu cara mainnya.

SBY pernah kena. Megawati pernah kena. Puan Maharani juga pernah kena. AHY pun pernah kena. Bahkan, JK yang sudah jelas-jelas melaporkan balik, tak jelas juga nasib laporan itu saat ini. 

Jenderal berinisial SS, orang dekat Presiden Prabowo, juga pernah kena. Tapi, tak satu pun yang terbukti.

Kebetulan, Jokowi memang lahir pada bulan Juni. Tepatnya, pada 21 Juni. Apakah ada kaitannya dengan suprise ulang tahun Jokowi di bulan Juni, di mana Roy Suryo berangkat ke Pengadilan, yang sebelumnya sudah dI-P21-kan terlebih dulu? Entahlah. Orang jadinya menebak-nebak saja.

Sejak awal, kalau didengarkan kubunya Jokowi, ijazah Jokowi sudah pasti asli. Tapi, kalau didengarkan kubunya Roy Suryo, bahkan Prof. Jimly Asshiddiqie pun terpengaruh bahwa ijazah Jokowi memang palsu. 

Sementara penegak hukum pakai diksi "suprise" segala. Makin kabur saja.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya