Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Publika

Kepsek Tewas saat Ngamar Bareng Guru Perempuan

RABU, 27 MEI 2026 | 15:51 WIB

BARU kemarin negeri ini geger gara-gara 18 kepala sekolah di Muaro Jambi mundur berjamaah. Belum sempat rakyat selesai bikin status WA bertuliskan “dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja,” eh sekarang muncul episode baru yang lebih plot twist. 

Seorang Kepsek usai gituan dengan guru, selingkuhannya di hotel, eh..tewas pula. Duh, negeriku! 

Dunia pendidikan kini bukan lagi “mencerdaskan kehidupan bangsa,” tapi kadang terasa seperti audisi reality show paling absurd se-Asia Tenggara. 


Kalau biasanya guru mengajarkan murid tentang pernapasan, eh ini malah tumbang gara-gara sesak napas saat praktik “pelajaran tambahan.” Benar-benar kurikulum yang tidak pernah tercantum di Kemendikdasmen.

Kisah ini terjadi di Trenggalek, Jawa Timur. Seorang kepala sekolah berinisial S, usia 50 tahun, check-in ke hotel bersama rekan kerjanya sendiri, guru SD berinisial MSR, usia 39 tahun. 

Keduanya sama-sama sudah punya keluarga. Ini bukan sekadar kerja kelompok, tapi kerja rasa-rasa mantan finalis sinetron Indosiar. Mereka masuk hotel pagi hari. Mungkin niatnya “rapat evaluasi pendidikan.” Sayangnya evaluasi berubah jadi evakuasi.

Setelah beberapa jam di kamar, suasana mendadak berubah dari romantis ala FTV menjadi episode “Breaking News.” 

Sang guru panik karena kepala sekolah tiba-tiba tidak sadarkan diri. Bantuan napas buatan sempat diberikan, tapi takdir berkata lain. 

Polisi datang. Hotel geger. Netizen langsung kerja lembur tanpa digaji. Dalam hitungan menit, grup WA emak-emak lebih cepat dari server berita nasional.

Kapolres Trenggalek menjelaskan tidak ditemukan indikasi obat kuat. Ini murni pertandingan alami. Mesin tua dipaksa lari sprint seperti motor Supra tahun 2004 dipakai balapan MotoGP. 

Menurut keterangan saksi, korban mengalami sesak napas lalu seperti tertidur dan tidak bisa dibangunkan lagi. Astaga. Ini benar-benar definisi “perjalanan dinas terakhir.”

Ironis memang. Di sekolah murid diajarkan disiplin, moral, etika, dan akhlak. Tapi sebagian orang dewasa malah sibuk praktik mata pelajaran “Pendidikan Jasmani Rahasia.” 

Murid disuruh datang tepat waktu, sementara gurunya check-in lebih tepat waktu dari bel masuk sekolah. Anak-anak diminta jujur saat ujian, eh orang dewasa malah ujian kejujuran gagal total.

Netizen Indonesia tentu tidak akan melewatkan kesempatan emas ini. Timeline langsung berubah jadi festival meme nasional. 

Ada yang bilang dunia pendidikan sekarang kekurangan guru BK, karena banyak orang dewasa sendiri butuh konseling. 

Ada pula yang nyeletuk, “Pak kepsek wafat dalam keadaan praktik IPA: organ pernapasan.” Astagfirullah, tapi lucu. Negeri ini memang kadang terlalu kreatif saat menghadapi tragedi.

Kasus ini juga langsung berdampak ke status kepegawaian MSR. Dinas Pendidikan Tulungagung bergerak cepat. 

Sang guru diskors sementara dan ditempatkan di UPT sambil menunggu keputusan lebih lanjut. 

Pemerintah daerah tampaknya sadar, kalau dibiarkan mengajar dulu, murid-murid bisa bingung. Takutnya nanti ada siswa bertanya polos, “Bu, hotel itu termasuk sarana pendidikan praktik lapangan ya?”

Yang paling kasihan sebenarnya dunia pendidikan itu sendiri. Sekolah yang seharusnya jadi tempat membangun masa depan malah kadang berubah seperti lokasi syuting drama perselingkuhan multiverse ASN. 

Padahal rakyat kecil masih percaya guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi belakangan, sebagian malah terasa seperti tokoh antagonis sinetron yang terlalu banyak episode.

Beginilah negeri +62. Setiap hari selalu ada bahan cerita yang membuat kita bingung harus sedih, marah, atau ngakak sambil geleng kepala. 

Baru kemarin kepala sekolah mundur massal. Hari ini kepala sekolah “pulang selamanya” di kamar hotel. Besok entah apa lagi. Mungkin ada rapat komite sekolah di karaoke keluarga sambil membahas “visi misi pendidikan karakter.”

Duh negeriku. Kadang yang rusak bukan kurikulumnya. Tapi manusianya kebanyakan merasa hidup ini FTV azab dengan bonus adegan rahasia.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya