Berita

Ilustrasi (Artificial inteligence)

Bisnis

Mobil Listrik Pertama Banjir Kritik, Saham Ferrari Terjungkal

RABU, 27 MEI 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Ferrari N.V. (RACE) turun turun 4,6 persen tepat setelah perusahaan meluncurkan mobil listrik murni pertamanya bernama Luce yang menuai banyak kritik, terutama terkait desain mobil yang dianggap berbeda dari identitas khas Ferrari.

Luce, yang dalam bahasa Italia berarti “cahaya”, merupakan mobil empat pintu pertama Ferrari yang sepenuhnya bertenaga listrik. Mobil ini dikembangkan bersama mantan kepala desain Apple, Jony Ive, melalui perusahaan kreatifnya, LoveFrom.

Namun, respons publik di media sosial cukup negatif. Banyak pengamat otomotif dan konsumen menilai desain Luce terlalu jauh meninggalkan karakter Ferrari yang selama ini identik dengan mobil sport berperforma tinggi dan desain agresif.


CEO Ferrari, Benedetto Vigna, tetap optimistis terhadap peluncuran tersebut. Ia menyebut Luce sebagai langkah penting dalam sejarah Ferrari.

"Ferrari tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi kendaraan listrik, tetapi juga mencoba membangun masa depan baru bagi merek tersebut," ujarnya, dikutip dari Yahoo Finance, Rabu 27 Mei 2026.

Peluncuran Luce dilakukan di tengah melambatnya pasar kendaraan listrik premium global. Beberapa produsen mobil mewah seperti Porsche AG dan Lamborghini diketahui mulai mengurangi ambisi kendaraan listrik mereka karena permintaan pasar yang belum sesuai harapan. Produsen mobil Amerika Serikat juga mulai memperlambat ekspansi kendaraan listrik, terutama di segmen mobil mewah.

Meski begitu, Ferrari percaya kekuatan merek mewahnya masih mampu menarik minat konsumen. Luce dibanderol sekitar 550.000 Euro atau setara Rp11,4 miliar.

Berbeda dari model Ferrari sebelumnya, Luce dirancang sebagai mobil keluarga dengan kapasitas lima penumpang. Mobil ini menawarkan kabin yang lebih nyaman, teknologi modern, serta bagasi berkapasitas 600 liter.

Ferrari mengatakan Luce mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer dalam sekali pengisian daya. Pengiriman kepada konsumen dijadwalkan mulai kuartal IV tahun 2026.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya