Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Menlu Sugiono: Palestina Jadi Ujian Nyata Komitmen Dunia terhadap Piagam PBB

RABU, 27 MEI 2026 | 12:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa isu Palestina telah menjadi ujian nyata bagi komitmen komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip Piagam PBB, hukum internasional, dan multilateralisme. 

Hal tersebut disampaikan dalam forum High-Level Open Debate Dewan Keamanan PBB bertema “Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System” di Markas Besar PBB, New York, Selasa, 26 Mei 2026. 

Dalam forum tingkat tinggi yang dipimpin Menteri Luar Negeri RRT selaku Presiden Dewan Keamanan PBB Mei 2026 itu, Menlu Sugiono menyoroti kondisi global yang dinilai semakin memperlihatkan penerapan hukum internasional secara selektif. 


Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bersama para menteri luar negeri dan delegasi berbagai negara.

“Indonesia menilai bahwa situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten,” tegas Menlu RI dalam pernyataannya.

Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai jalan utama menuju perdamaian yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi Palestina. 

Pemerintah RI menilai penyelesaian konflik harus tetap berlandaskan hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB yang relevan.

Selain isu Palestina, Menlu Sugiono turut menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB dalam berbagai konflik dunia. 

Menurutnya, serangan terhadap peacekeepers bukan sekadar ancaman keamanan, melainkan juga bentuk serangan langsung terhadap semangat multilateralisme yang selama ini dijaga PBB.

Dalam pidatonya, Menlu RI juga mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS, serta memastikan jalur pelayaran strategis dunia tidak berubah menjadi arena konfrontasi dan political bargaining. 

Ia turut menyinggung ancaman baru keamanan global, termasuk perkembangan artificial intelligence dan autonomous weapons yang dinilai mulai mengubah karakter konflik modern.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya