Berita

Joko Widodo. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Rampai Nusantara:

Jokowi Sosok yang Mengangkat Kembali Kejayaan PDIP

RABU, 27 MEI 2026 | 06:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menanggapi berbagai narasi yang menyebut kegagalan suatu partai politik dikaitkan dengan figur Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. 

Menurut Semar, tudingan tersebut merupakan bentuk pengaburan fakta politik yang justru bertolak belakang dengan realitas sejarah elektoral di Indonesia.

“Publik jangan dibuat lupa sejarah. Faktanya, Jokowi adalah sosok yang mengangkat kembali kejayaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di mata rakyat. Setelah era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berakhir akibat dinamika politik nasional saat itu, PDIP tidak mampu menghadirkan figur yang benar-benar memenangkan hati rakyat secara luas,” kata Semar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.


“Berkali-kali ikut pilpres, ibu mega selalu kalah dan Kehadiran Jokowi menjadi titik balik yang membuat PDIP kembali dipercaya publik hingga berhasil menguasai panggung politik nasional,” tambahnya.

Semar menegaskan bahwa kemenangan demi kemenangan PDIP dalam Pemilu Legislatif tidak bisa dilepaskan dari efek elektoral Jokowi. 

Lanjut dia, masyarakat memilih PDIP dalam beberapa pemilu terakhir karena faktor kuatnya kepercayaan publik kepada Jokowi sebagai figur pemimpin nasional.

“Harus diakui secara objektif, Jokowi adalah faktor utama yang membuat PDIP menang pemilu legislatif berkali-kali. Elektabilitas partai terdongkrak oleh kepemimpinan dan tingkat kepercayaan rakyat kepada Jokowi,” tegasnya.

Ia juga membantah tudingan yang mencoba mengaitkan kegagalan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Jokowi. 

Semar menilai tuduhan tersebut tidak logis karena hingga saat ini status keanggotaan Jokowi di PSI pun belum pernah diumumkan secara resmi sehingga dapat dikatakan bukan kader PSI.

“Jokowi saat memenangkan Pilpres jelas merupakan kader PDIP. Sementara di PSI sampai hari ini saja status keanggotaannya belum resmi. Jadi sangat tidak tepat apabila ada pihak yang mengklaim kegagalan PSI disebabkan oleh Jokowi, ngawur itu,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Semar meyakini pengaruh politik Jokowi masih sangat besar menjelang kontestasi politik mendatang. Bahkan menurutnya, apabila Jokowi memimpin partai politik mana pun pada Pemilu 2029, kekuatan tersebut berpotensi kuat dapat mengalahkan PDIP dalam pemilu legislatif.

“Saya meyakini, andai Jokowi menjadi ketua umum partai apa pun pada Pemilu 2029, partai tersebut akan mampu bersaing bahkan mengalahkan PDIP dalam kontestasi legislatif. Karena kekuatan utama Jokowi adalah kedekatan emosionalnya dengan rakyat,” jelasnya.

Semar juga mengingatkan agar PDIP tidak bersikap jumawa terhadap kekuatan politik yang dimiliki saat ini. Ia menilai fakta elektoral justru menunjukkan bahwa pengaruh figur Jokowi jauh melampaui kekuatan partai.

“Fakta politiknya sangat jelas. Capres yang diusung PDIP sebagai kader terbaiknya dalam kontestasi pilpres 2024 lalu memperoleh suara di bawah perolehan suara partainya sendiri. Sedangkan ketika Jokowi maju dalam Pilpres, suara yang diperoleh jauh melampaui suara PDIP. Itu fakta yang tidak terbantahkan dan menjadi bukti bahwa kekuatan Jokowi berada di atas kekuatan elektoral partai,” pungkas Semar.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya