Berita

Ketua Umum APGI 3T Herwil J Harefa dan Sekjen Gardian Muhammad saat jumpa pers di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. (Foto: RMOL)

Politik

Asosiasi Pangan Gizi Indonesia Surati Prabowo soal Nasib Investor MBG di Daerah 3T

SELASA, 26 MEI 2026 | 20:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menyoroti ketidakpastian kebijakan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terpencil.

Ketua Umum APGI 3T Herwil J Harefa dan Sekjen Gardian Muhammad menegaskan investor tetap berkomitmen mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut, meski hingga kini pembayaran atas pembangunan dan operasional dapur MBG belum memiliki kepastian.

Menurut APGI 3T, para investor sejak awal telah membangun fasilitas SPPG, menggelontorkan dana operasional, hingga menyiapkan tenaga kerja sesuai ketentuan pemerintah. Namun di lapangan, implementasi program justru diwarnai perubahan petunjuk teknis (juknis) hingga tiga kali dalam waktu singkat.


“Setiap perubahan membawa implikasi langsung terhadap perencanaan teknis, operasional, dan finansial investor, tanpa masa transisi yang memadai,” kata Herwil J Harefa saat jumpa pers di wilayah Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Mei 2026.

APGI 3T menjelaskan, berdasarkan juknis pertama Oktober 2025, investor diberi waktu 35 hari untuk menyelesaikan pembangunan dapur MBG. Kewajiban itu telah dipenuhi. Namun hingga 18 Mei 2026, pembayaran atas pekerjaan yang telah selesai 100 persen disebut belum jelas.

Di sisi lain, skema pembayaran juga berubah. Awalnya pemerintah disebut akan melakukan pembayaran di muka, namun pada juknis terbaru pembayaran dilakukan bertahap mengikuti pola SPPG aglomerasi.

Meski menerima perubahan itu sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, APGI 3T meminta kepastian implementasi agar tidak memicu risiko lebih besar bagi investor.

“Aspek yang paling penting sekarang adalah kepastian jadwal operasional dari Badan Gizi Nasional,” tegas Herwil J Harefa.

Selain persoalan pembayaran, APGI 3T juga menyoroti lemahnya koordinasi internal di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai memperlambat penyelesaian masalah di lapangan. Kondisi tersebut disebut telah memicu tekanan likuiditas, gangguan arus kas, hingga tekanan dari kreditur terhadap investor.

APGI 3T mengingatkan, persoalan ini bukan sekadar masalah administratif. Sebab, sekitar 19 juta siswa di wilayah 3T menjadi pihak yang paling terdampak jika dapur MBG terus tertunda beroperasi.

Karena itu, APGI 3T mendesak pemerintah segera memastikan jadwal operasional dapur MBG di wilayah terpencil, menjamin kepastian pembayaran, serta memperbaiki koordinasi internal agar program strategis nasional itu tidak kehilangan kepercayaan publik maupun investor.

APGI 3T juga menyurati Presiden Prabowo Subianto terkait ketidakpastian implementasi Program MBG di wilayah 3T serta belum adanya kepastian pembayaran kepada investor.

Dalam surat yang ditujukan langsung kepada Presiden, APGI 3T meminta waktu audiensi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang kini dihadapi mitra dan investor MBG di lapangan.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya