Berita

Peserta KIOTEC dalam program kunjungan ke Korea Selatan. (Foto: Dokumentasi KIOTEC)

Nusantara

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

SABTU, 09 MEI 2026 | 03:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

The Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis para profesional kelautan pemula/Early Career Ocean Professional (ECOP) di Indonesia. 

Program ini didanai oleh pemerintah Korea Selatan dan secara resmi diluncurkan pada 12 Juni 2024 di Busan, Korea Selatan. Program ini juga telah secara resmi diakui sebagai salah satu “Endorsed Project” dalam Dekade Laut PBB (UN Ocean Decade). 

Sebagai bagian dari upaya pengembangan kapasitas, KIOTEC melibatkan peserta dari berbagai sektor, mulai dari pembuat kebijakan hingga mahasiswa. Sebanyak 10 peserta, yang terdiri dari penerima beasiswa KIOTEC dari universitas mitra seperti UNDIP, IPB, UGM, dan ITB, serta perwakilan pemerintah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kemenko Pangan turut serta dalam program ini.


“Pengakuan ini menegaskan komitmen program terhadap pembangunan berkelanjutan, pengembangan kapasitas, dan pengelolaan laut yang berkelanjutan. Selain itu, hal ini menjadi contoh konkret dari kolaborasi strategis antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs),” kata Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya, Kemenko Pangan, Cahyadi Rasyid dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026. 

Berlangsung selama 7 hari, mulai tanggal 26 April hingga 2 Mei, para peserta berkesempatan mengunjungi beberapa lembaga dan fasilitas maritim terkemuka di Korea. 

Di antaranya, kapal penelitian Pukyong National University (PKNU), UN Peace Memorial Hall, fasilitas Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) di Busan dan Geoje, Museum Maritim Nasional, pembangkit listrik tenaga pasang surut Danau Sihwa, serta kunjungan budaya ke Desa Rakyat Korea. 

Selama program ini para peserta berkesempatan menyaksikan langsung inovasi dan praktik di sektor kelautan dan perikanan, serta mempelajari budaya Korea.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada KIOTEC atas kesempatan ini. Melalui program ini kami dapat lebih memahami bagaimana teknologi kelautan, penelitian, dan kebijakan di Korea Selatan yang canggih dapat diterapkan di Indonesia,” ungkap Cahyadi.

Program kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen ODA KIOTEC dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Indonesia, serta kerja sama internasional antara dua negara dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. 

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kompetensi para peserta, serta mendorong penerapan pengetahuan yang diperoleh dalam mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia secara berkelanjutan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya