Berita

Financial District Dubai. (Foto: Marco Morelli)

Bisnis

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

JUMAT, 08 MEI 2026 | 20:07 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah tengah mematangkan rencana pembangunan pusat keuangan internasional atau Indonesia Financial Center (IFC) di Bali melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kawasan tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 100 hektare dengan konsep menyerupai pusat keuangan internasional di Dubai.

“Kita akan buat seperti di Dubai, 100 hektare atau lebih sedikit. Itu menjadikan kawasan ekonomi khusus. Di situ akan berlaku common law hukum tertentu. Uang bisa masuk dari luar negeri ke situ enggak saya pajakin,” kata Purbaya dikutip Jumat, 8 Mei 2026.


Menurutnya, kawasan IFC nantinya akan memiliki aturan hukum khusus disertai berbagai insentif perpajakan guna menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia.

Purbaya memastikan kebijakan pembebasan pajak terhadap dana asing yang masuk ke kawasan tersebut tidak akan merugikan negara. Sebaliknya, dana itu akan dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan investasi di dalam negeri.

Ia menjelaskan dana asing tersebut nantinya dapat digunakan untuk membiayai berbagai proyek investasi, termasuk melalui Danantara, maupun ditempatkan pada surat utang negara dan obligasi pemerintah.

“Jadi kita punya sumber pembiayaan baru yang mungkin lebih murah dari sekarang dan membuat pembiayaan kita lebih sustainable,” ujarnya.

Saat ini pemerintah masih mematangkan regulasi sebagai dasar pembentukan IFC Bali. Aturan tersebut disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan pusat keuangan internasional, mulai dari tata kelola hingga fasilitas penarik investor global.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya