Berita

Representative Image (Foto: Mid-day)

Global

Iran Klaim AS Langgar Gencatan Senjata Lewat Serangan Baru di Selat Hormuz

JUMAT, 08 MEI 2026 | 16:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata melalui serangan baru terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. 

Iran melalui komando militer gabungan Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa AS telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran yang tengah bergerak dari perairan dekat Jask menuju Selat Hormuz, serta satu kapal lain yang memasuki jalur tersebut dari arah Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

“Sebuah kapal tanker minyak Iran yang berlayar dari perairan pesisir Iran dekat Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal lain yang memasuki Selat Hormuz dekat pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab," demikian pernyataan juru bicara Khatam al-Anbiya yang dikutip media pemerintah Iran, Jumat, 8 Mei 2026. 


Selain itu, Teheran juga menuduh adanya serangan udara terhadap wilayah sipil di pesisir selatan Iran, termasuk kawasan Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm, yang disebut dilakukan dengan dukungan sejumlah negara regional.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengakui telah melancarkan serangan balasan terhadap Iran. 

Washington menyebut operasi itu ditujukan untuk menghantam lokasi yang dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS di kawasan Teluk.

“Komando Pusat AS (CENTCOM) telah melenyapkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS, termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone; lokasi komando dan kendali; serta pusat intelijen, pengawasan, dan pengintaian," tegas pernyataan militer AS.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons eskalasi tersebut dengan meredam kekhawatiran publik. 

Ia menegaskan bahwa gencatan senjata masih tetap berlangsung meski terjadi aksi saling serang di lapangan.

Trump bahkan menyebut serangan yang dilakukan AS sebagai respons terbatas. “Sentuhan Cinta,” demikian istilah yang ia gunakan saat menggambarkan operasi militer tersebut kepada media.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya