Berita

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam konferensi pers pada Kamis, 7 Mei 2026. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Pemerintah Siapkan Stimulus Tambahan

KSSK Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah
JUMAT, 08 MEI 2026 | 01:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mewaspadai berbagai potensi risiko terhadap perekonomian nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah terus mencermati berbagai kendala yang berpotensi muncul terhadap ekonomi domestik.

“Kelihatannya pemerintah juga akan masih memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian di triwulan kedua tahun 2026 ini,” kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK pada Kamis 7 Mei 2026.


Meski demikian, Purbaya menegaskan kondisi stabilitas sistem keuangan nasional masih tetap terjaga.

“Stabilitas sistem keuangan tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Purbaya.

Menurutnya, memasuki April 2026, dinamika penyelesaian konflik Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memicu volatilitas pasar keuangan global, terutama terhadap lonjakan harga energi.

Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK, kata Purbaya, akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward-looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.

“KSSK juga akan melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi, baik antar lembaga anggota KSSK maupun dengan kementerian atau lembaga lain,” jelas Purbaya.

Purbaya menambahkan, pemerintah tetap optimis terhadap kondisi ekonomi domestik setelah pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 naik 

“Untuk ekonomi domestik, kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen ya,” tutur Purbaya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga mempercepat upaya perbaikan iklim investasi. Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya