Berita

Dewan Keamanan PBB (Foto: Ahram Online)

Global

Iran Desak PBB Tolak Resolusi AS soal Selat Hormuz

KAMIS, 07 MEI 2026 | 16:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran meningkatkan perlawanan diplomatik terhadap Amerika Serikat dengan menyerukan kepada anggota Dewan Keamanan (DK) PBB agar menolak rancangan resolusi terkait Selat Hormuz yang didukung Washington. 

Teheran menilai resolusi tersebut bukan solusi damai, melainkan manuver politik yang berpotensi memperuncing ketegangan di salah satu jalur maritim paling strategis di dunia.

Perwakilan Iran untuk PBB secara terbuka meminta seluruh anggota DK PBB agar tidak memberikan dukungan maupun menjadi sponsor bersama atas draft resolusi AS tersebut. 


“Satu-satunya solusi yang layak di Selat Hormuz sudah jelas: mengakhiri perang secara permanen, mencabut blokade maritim, dan memulihkan jalur pelayaran normal.” ungkap Perwakilan dalam unggahan di platform X, seperti dikutip dari Iran International, Kamis, 7 Mei 2026.

Bagi Iran, penyelesaian krisis di Selat Hormuz tidak dapat dicapai melalui resolusi politik yang dianggap berpihak, melainkan dengan penghentian perang secara permanen, pencabutan blokade maritim, serta pemulihan jalur pelayaran normal bagi semua pihak.

AS menggandeng Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar menekan Iran melalui resolusi yang diserahkan kepada DK PBB. 

Draf resolusi tersebut mengecam dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Iran, termasuk aksi penyerangan, penanaman ranjau, serta ancaman penutupan dan pungutan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. 

Dokumen itu menuntut Teheran segera menghentikan serangan, membuka lokasi ranjau, dan tidak menghalangi operasi pembersihan maupun jalur bantuan kemanusiaan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya