Berita

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin. (Foto: Instagram RMOL)

Politik

Kritik terhadap KAI Meningkat, Bobby Rasyidin Diminta Mundur Secara Terhormat

KAMIS, 07 MEI 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Desakan agar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Bobby Rasyidin, mundur dari jabatannya terus menguat. Hal itu menyusul sorotan terhadap menurunnya kualitas layanan dan pengelolaan perusahaan yang dinilai semakin jauh dari prinsip profesionalisme.

Kritik tersebut muncul setelah berbagai persoalan pelayanan hingga keselamatan transportasi kereta api dinilai belum dibenahi secara serius. Kondisi itu dianggap mencerminkan lemahnya kepemimpinan di tubuh KAI saat ini.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menilai Direktur Utama KAI seharusnya berani mengambil tanggung jawab dengan mengundurkan diri apabila tidak mampu meningkatkan kinerja perusahaan.


“Dirut KAI harus berani mundur dari jabatannya sebab era saat ini KAI seperti jauh dari profesionalisme dan arah menuju kemajuan KAI sesuai arah dan kebutuhan pelanggan pemakai KAI,” kata Hari kepada RMOL, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Hari, sorotan publik tidak hanya terkait kualitas pelayanan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan penumpang yang dinilai menjadi taruhan akibat menurunnya kualitas pengelolaan perusahaan pelat merah tersebut.

“Jika Dirut KAI tidak mundur karena gagal meningkatkan kinerja KAI, maka KAI akan mengalami kemunduran dan kemerosotan atas kinerja Dirut KAI saat ini bagian dari dampak saat ini,” tegasnya.

Ia menilai kondisi tersebut memalukan apabila tidak diikuti langkah tanggung jawab moral dari pimpinan tertinggi perusahaan. Terlebih, berbagai persoalan yang terjadi disebut telah berdampak langsung terhadap rasa aman dan kepercayaan masyarakat pengguna transportasi kereta api.

“Sangat malu jika kemerosotan kinerja KAI tidak diikuti mundur Dirut KAI, bahkan sampai mengorbankan nyawa pengguna kereta,” ujarnya.

Hari menambahkan, desakan agar Bobby Rasyidin mundur merupakan bentuk evaluasi moral atas kepemimpinan yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi publik terhadap modernisasi dan profesionalisme layanan KAI.

“Berani mundur itu terhormat,” pungkas Hari.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya