Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: YouTube Kemenkeu)

Bisnis

Purbaya Ingin Hidupkan Lagi BSF Demi Selamatkan Rupiah

RABU, 06 MEI 2026 | 21:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengaktifkan kembali Bond Stabilization Fund (BSF) sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas pasar obligasi sekaligus mengendalikan pergerakan suku bunga.

Purbaya menegaskan, skema dana stabilisasi obligasi tersebut sebenarnya bukan hal baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Namun selama ini, instrumen itu tidak pernah dijalankan secara aktif.

"Itu bukan hal yang baru. Tapi nggak pernah jalanin, artinya ada tapi mati Sebetulnya udah ada tapi mati,saya mau hidupin aja," kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Rabu 6 Mei 2026.


Ia menjelaskan, BSF yang akan diaktifkan merupakan inisiatif internal Kementerian Keuangan, berbeda dengan kerangka stabilisasi yang selama ini dikenal dalam koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Ini punya saya sendiri bukan frame bukan, Bond Stabilization Fund punya Kementerian Keuangan ya saya hidupin aja," ungkapnya.

Langkah ini dinilai mendesak seiring kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah dalam beberapa bulan terakhir. Purbaya mencatat, sejak awal tahun yield terus merangkak naik tajam, yang berbanding terbalik dengan harga obligasi.

“Kalau Anda lihat dalam beberapa bulan terakhir. Ini kan dari Januari yield-nya kan naik jauh kenceng. Waktu saya inject uang sempat 5,9 kan, naik terus 6,1, sekarang 6,7 yield naik kan harganya bond jatuh,” ujarnya.

Penurunan harga obligasi tersebut, lanjutnya, memicu kerugian atau capital loss bagi investor, khususnya investor asing. Kondisi ini berpotensi mendorong aksi jual di pasar domestik akibat aturan manajemen risiko di lembaga investasi.

“Asing yang punya bond di sini kan ada capital loss. Ada di sana aturan-aturan di lembaga investasi kalau loss sekian lo musti potong sekian. Jadi itu micu,” jelasnya.

Untuk meredam tekanan tersebut, pemerintah akan melakukan intervensi terbatas guna menjaga harga obligasi tetap stabil. Menurut Purbaya, langkah ini cukup efektif untuk mencegah arus keluar dana asing dalam jumlah besar.

“Kalau saya jaga bond di bawah dengan jumlah cuman sedikit itu nggak ada yang keluar,” tegas dia.

Terkait sumber pendanaan, Purbaya memastikan dana stabilisasi berasal dari anggaran pemerintah. Ia juga menilai tidak diperlukan koordinasi khusus dengan otoritas lain, meskipun komunikasi tetap dijaga, termasuk dengan bank sentral.

“Anggarannya bisa dipakai macam-macam kan. Kita ada anggaran,” tegasnya lagi.

“Belum tau, tapi kita akan koordinasi dengan Bank Sentral. Kalau kemarin kan kita bilang koordinasi terus,” tambahnya soal teknis pelaksanaan.

Purbaya bahkan memastikan program ini akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Besok udah jalan,” tandasnya.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya