Berita

Pakar Iran, Seyed Mohammed Marandi (Foto: Teheran Times)

Global

Pakar Iran: UEA Jadi Sasaran Karena Terlalu Dekat dengan Israel

RABU, 06 MEI 2026 | 11:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Profesor Universitas Teheran sekaligus mantan penasihat tim negosiasi nuklir Iran, Seyed Mohammed Marandi, membeberkan alasan di balik serangan rudal Iran terhadap kilang minyak Uni Emirat Arab (UEA).  

Dalam pandangan Marandi, posisi UEA berbeda dibanding negara-negara Teluk lain karena dinilai berada di garis depan konfrontasi terhadap Iran. 

Kedekatan strategis dengan Israel membuat UEA dipersepsikan bukan sekadar mitra regional Washington, tetapi juga bagian dari poros yang secara langsung berhadapan dengan kepentingan Teheran.


“Di antara rezim-rezim ini, yang paling dibenci adalah Uni Emirat Arab, karena secara terbuka bersekutu dengan rezim Israel. Kita mendengar bahwa pasukan Israel berada di negara itu untuk membantu Uni Emirat Arab,” ujarnya dalam pernyataan di kanal YouTube Glenn Diesen, Selasa, 5 Mei 2026. 

Ia juga menyoroti manuver politik UEA yang dinilai kian bergeser dari garis tradisional dunia Arab, termasuk keputusan strategis Abu Dhabi hengkang dari OPEC per 1 Mei 2026.

Dalam perspektif Teheran, serangan terhadap sasaran-sasaran vital UEA bukan sekadar aksi militer terbatas, melainkan sinyal geopolitik yang lebih luas atas reposisi Abu Dhabi di tengah konstelasi regional.

“Jadi saya pikir dengan menyerang target Uni Emirat Arab, itu pada dasarnya dilihat sebagai menyerang target Israel dalam lingkungan saat ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Marandi mengatakan operasi militer terbaru Amerika Serikat di kawasan juga tidak berjalan sesuai harapan. 

Alih-alih mengubah keseimbangan, situasi justru dinilai memperburuk ketegangan dan membawa kawasan ke titik yang semakin berbahaya.

“Tidak ada yang berubah. Kita berada di ambang perang,” kata Marandi, seraya memperingatkan bahwa pengerahan pasukan besar-besaran AS di Kuwait, Bahrain, dan UEA menunjukkan risiko konflik regional kini semakin terbuka.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya