Berita

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Asrorun Ni'am Sholeh. (Foto: MUI)

Politik

MUI Dorong Perbaikan Tata Kelola Pesantren Usai Kasus Pati

RABU, 06 MEI 2026 | 11:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Asrorun Ni'am Sholeh, menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pengecualian, termasuk di lingkungan pendidikan agama. Pernyataan ini disampaikan menyusul mencuatnya kasus pelecehan seksual di lembaga pesantren.

Prof Ni'am, sapaan akrabnya, menyatakan pesantren harus terus berbenah dan tidak boleh memberikan ruang eksklusif bagi siapapun yang melakukan kesalahan, baik itu santri, guru, maupun pengasuh.

"Prinsipnya tidak ada orang yang maksum kecuali Nabi. Tidak ada ruang eksklusif terhadap tindak kesalahan, sekalipun itu dilakukan oleh guru atau pejabat," katanya, Rabu, 6 Mei 2026.


Menurutnya, kasus ini harus dijadikan pelajaran mahal untuk memperbaiki tata kelola pesantren di seluruh Indonesia agar benar-benar menjamin keamanan dan tumbuh kembang anak.

"Pesantren perlu bebenah, walaupun itu kasus satu dari sekian puluh ribu pesantren. Tetapi kita tidak boleh abai, kita jadikan itu sebagai pelajaran untuk kita berbenah," ujarnya. 

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini menerangkan tata kelola pesantren harus memastikan santri dapat tumbuh dan berkembang dalam situasi yang aman, nyaman dan memperoleh hak pendidikannya secara baik.

Prof Ni'am menegaskan sikap MUI tidak akan diam ketika ada kasus kejahatan di pesantren. Dia menerangkan, MUI memberikan perhatian penuh terhadap pesantren. Secara khusus MUI memiliki Komisi Pendidikan, Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga, serta periode ini ada Komisi Pesantren. 

“Ini sebagai bentuk concern MUI di dalam menangani masalah-masalah pendidikan, khususnya pendidikan pesantren," sambungnya. 

Adapun kasus yang terjadi di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah harus dijadikan pembelajaran agar seluruh pesantren memperbaiki tata kelolanya menuju lebih baik. 

"Seiring dengan perubahan, lingkungan strategis kita juga harus menyerap perubahan yang baik. Kita adaptasi. Fungsi pesantren sebagai agen perubahan sosial, kemudiaan sebagai subkultur yang menjadi salah satu benteng moral di masyarakat," kata dia.    


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya