Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Pertamina)

Bisnis

Di Tengah Gejolak Pasar Modal

Emiten Pertamina Group Unjuk Gigi Kekuatan Resiliensi Bisnis

MINGGU, 03 MEI 2026 | 04:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Di tengah tekanan pasar modal Indonesia sepanjang kuartal pertama 2026 yang dipengaruhi kombinasi gejolak global dan domestik, emiten-emiten Pertamina Group menunjukkan kekuatan fundamental dan resiliensi bisnis yang tetap solid dibandingkan tekanan pasar secara umum.
 
Ketidakpastian geopolitik internasional mendorong repricing risiko Indonesia secara luas dan memengaruhi sentimen investor terhadap pasar domestik.
 
Meski demikian, emiten Pertamina Group tetap mampu mempertahankan performa yang relatif kuat berkat fundamental operasional yang konsisten, posisi sektor energi yang defensif, serta prospek jangka panjang yang didukung kebutuhan energi nasional.
 

 
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa dinamika pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi tekanan eksternal dibandingkan kondisi bisnis inti perusahaan.
 
“Fluktuasi pasar modal saat ini lebih merefleksikan dinamika persepsi risiko global dan domestik, bukan penurunan fundamental perusahaan. Emiten Pertamina Group tetap menunjukkan kekuatan bisnis yang resilien, dengan kinerja operasional yang solid serta peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Baron dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.
 
Beberapa emiten Pertamina Group berdasarkan data per kuartal 1 2026 di antaranya dengan kode emiten PGAS (Pertamina Gas Negara), ELSA (Elnusa), PGEO (Pertamina Geothermal Energy) dan TUGU (Tugu Insurance), mencatatkan saham emiten Pertamina Group menunjukkan resiliensi relatif terhadap IHSG dan sektor yang mencerminkan kekuatan fundamental bisnis yang tetap konsisten. 

Walaupun demikian, pergerakan harga saham memang cenderung dinamis yang dipengaruhi oleh persepsi risiko makro dan sovereign risk Indonesia dibandingkan fundamental perusahaan.
 
“Kami terus memperkuat komunikasi strategis kepada investor, menegaskan value creation jangka panjang, serta memastikan bahwa pasar memahami kekuatan fundamental dan strategi pertumbuhan Pertamina Group di tengah volatilitas global,” jelas Baron.
 
Pertamina juga memandang kondisi pasar saat ini sebagai momentum untuk memperluas basis investor, meningkatkan kualitas engagement dengan analis dan pasar modal, serta memperkuat posisi emiten sebagai bagian penting dari sektor energi nasional dan transisi energi.
 
“Sebagai pemimpin energi nasional, Pertamina tidak hanya fokus menjaga kinerja bisnis, tetapi juga memastikan kepercayaan investor tetap terjaga melalui narasi korporasi yang kuat, transparansi, dan strategi pertumbuhan berkelanjutan,” tambah Baron.
 
Di samping itu, Baron melanjutkan dalam menghadapi geopolitik global, Pertamina terus menjalankan strategi dual growth dengan menjaga stabilitas bisnis utama sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon, guna memperkuat daya saing perusahaan dan menciptakan nilai berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia.
 
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya