Berita

Potret pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Il Sung dan Presiden RI Soekarno (Foto: X)

Dunia

Beda Ideologi, Kim Il Sung dan Sukarno Tetap Kompak Lawan Imperialisme

SENIN, 13 APRIL 2026 | 15:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hubungan antara Presiden Korea Utara Kim Il Sung dan Presiden pertama RI Sukarno menjadi contoh menarik dalam dinamika politik global. 

Di tengah perbedaan ideologi yang tajam, keduanya justru menunjukkan kedekatan yang tidak lazim dan mendapat sorotan dunia internasional.

Secara latar belakang, Kim Il Sung dikenal sebagai pemimpin komunis yang konsisten dengan garis ideologinya, sementara Sukarno merupakan nasionalis yang kuat dan religius. 


Perbedaan usia lebih dari sepuluh tahun serta masa relasi sebagai kepala negara yang relatif singkat tidak menghalangi terciptanya hubungan yang hangat di antara keduanya.

Kedekatan ini tidak lahir tanpa alasan. Keduanya sama-sama memiliki cita-cita besar untuk memperjuangkan kemerdekaan dan menolak segala bentuk imperialisme serta dominasi asing. 

Hal ini tercermin dari sikap Sukarno yang mendorong konsep berdikari, termasuk dalam membangun ekonomi yang bertumpu pada kekuatan sendiri.

Momentum penting terjadi saat kunjungan Sukarno ke Korea Utara pada November 1964. Dalam lawatan tersebut, ia semakin memahami konsep kemandirian dan ekonomi berdikari yang dikembangkan Kim Il Sung, serta menunjukkan simpati mendalam terhadap gagasan tersebut.

Puncak kedekatan itu terlihat ketika Sukarno mengundang Kim Il Sung menghadiri sidang MPRS di Bandung pada April 1965. 

Dalam pidatonya, Sukarno menegaskan pentingnya beralih ke jalan kemandirian ekonomi dan mengibarkan panji kemandirian, serta menyebu Kim Il Sung menciptakan gagasan terkenal tentang kemandirian.

Dalam momen yang jarang terjadi, Sukarno bahkan mengulang istilah “Juche” sebanyak empat kali dalam bahasa Korea di forum resmi.

Ia menyatakan kebanggaannya dan menegaskan bahwa arah kebijakan yang dimaksud adalah memperkuat orientasi kemandirian di Indonesia, seraya meyakini bahwa bangsa dengan sumber daya besar akan mampu lepas dari jerat neokolonialisme jika mengandalkan kekuatan sendiri.

Dukungan Kim Il Sung terhadap sikap independen dan cinta damai Sukarno semakin mempererat hubungan kedua pemimpin tersebut. 

Sebagai bentuk penghormatan, Sukarno menganugerahkan tanda kehormatan tertinggi Indonesia kepada Kim Il Sung, menandai eratnya persahabatan lintas ideologi yang dipersatukan oleh semangat melawan imperialisme.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya