Berita

Anies Baswedan menyapa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY saat acara halalbihalal di Cikeas. (Foto: Dok. Instagram Merry Riana)

Publika

Anies di Tengah Ketakutan Tokoh Muda Demokrat

SENIN, 06 APRIL 2026 | 04:10 WIB

PART II wawancara Tatang Guritno dan Syarief Hasan di Podcast YouTube Gaspol Kompas.com, makin seru. 

Makin terjawab sebetulnya, kenapa silaturahmi Anies Baswedan ke Cikeas bertemu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara halalbihalal itu terjadi.

Tidak ada sebetulnya istilah diundang atau tidak diundang Anies Baswedan itu. 


Itu agaknya ekspresi ketakutan saja dari tokoh-tokoh muda Partai Demokrat akan disalahartikan mitra koalisi, khususnya Presiden Prabowo Subianto. 

Aslinya tidak begitu.

Partai Demokrat itu partai yang akademis, istilah Syarief Hasan. Tak mungkin Partai Demokrat itu berada di persimpangan jalan. 

Setiap langkah yang diambil selalu berdasarkan hasil survei terpercaya. Jadi, tak bisa ragu-ragu. Lihat saja hasil surveinya.

Misalnya nanti, Pak Prabowo menawarkan siapa pendampingnya. Harus dilihat surveinya seperti apa? Penerimaan masyarakat bagaimana? Dan lain sebagainya. 

Begitu juga Mas AHY, maju atau tidak? Harus dilihat lebih dulu hasil surveinya seperti apa?

Jadi, langkah politik yang diambil itu punya alasan akademis yang bisa dipertanggungjawabkan. Tidak asal-asalan saja. 

Di situlah Anies Baswedan tidak mungkin tidak diundang. Sebagai orang yang elektabilitasnya terus membayangi Prabowo, sosok Anies Baswedan diperlukan sebagai strategi politik. 

Tapi memang, Syarief Hasan wanti-wanti sekali mengatakan bahwa saat ini Partai Demokrat berada dalam koalisi Pak Prabowo dan komitmen dengan hal itu sampai 2029. 

Nanti pada saatnya akan dilihat dari Pak Prabowo seperti seperti apa?

Artinya, Partai Demokrat sudah menyiapkan langkah-langkah A, B, dan C. Kalau A bagaimana? Kalau B bagaimana juga? 

Begitu seterusnya. Tak ada istilah hanya menyiapkan satu langkah saja. Menyiapkan satu langkah, berarti adalah kekalahan.

Penjelasan Syarief Hasan menunjukkan kematangan, tidak saja dirinya, tapi juga Partai Demokrat itu sendiri. 

Rekam jejak memang tidak pernah bohong. Pengalaman sebagai partai pemenang Pemilu itu tak bisa dihapus begitu saja.

SBY memang tidak perlu berpidato sambil berteriak-teriak untuk memenangkan Partai Demokrat seperti Jokowi hendak memenangkan PSI. 

Sebab, SBY sudah pernah melakukannya. Ia hanya perlu mengingat jalan yang pernah dilalui saja.

Menurut Syarief Hasan, sukses Partai Demokrat pada Pemilu 2009 dulu bisa diulangi pada Pemilu 2029, karena sosok SBY sudah digantikan oleh sosok AHY. 

Tiga kali Pemilu Partai Demokrat kehilangan sosok SBY, kini sudah digantikan dengan sosok AHY yang sudah terlihat matang.

Apalagi gangguan terhadap partai, baik dari dalam maupun dari luar, sudah tidak ada lagi. 

Tapi Partai Demokrat, kata Syarief Hasan, akan memikirkannya nanti pada tahun 2028 dan bukan pada saat ini. Saat ini politik masih cair dan sangat dinamis.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya