Berita

Ilustrasi

Politik

Sejarah Kekalahan AS di Vietnam Bisa Terulang di Iran

JUMAT, 06 MARET 2026 | 15:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai berpotensi berkembang menjadi perang berkepanjangan dengan risiko kerugian besar bagi pihak AS. 

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, bahkan menilai sejarah menunjukkan Amerika Serikat tidak selalu unggul meskipun memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Menurut Mardani, pengalaman masa lalu membuktikan bahwa superioritas persenjataan tidak selalu menjamin kemenangan dalam peperangan.


“Sebetulnya cerita kekalahan Amerika sudah terjadi sejak perang Vietnam kemarin. Kalau dari hitungan kalkulasi persenjataan militer Vietnam nggak ada apa-apanya. Tapi (AS) kalah,” kata Mardani lewat video yang diunggah di akun X miliknya, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia melihat pola serupa berpotensi terjadi dalam konflik yang melibatkan Iran saat ini. Menurutnya, strategi yang dijalankan Teheran cenderung terukur dan tidak emosional.

“Hal yang sama terjadi sekarang juga sangat besar. Apalagi saya malah melihat menurut saya Iran sangat cerdas, sekarang dia tidak habis-habisan secara emosional. Terukur, dia nyerang pertama itu adalah basis-basis pangkalan militer Amerika,” ujarnya.

Serangan tersebut, lanjut Mardani, banyak menyasar pangkalan militer Amerika yang berada di wilayah negara-negara Arab.

Selain strategi militer, Iran juga dinilai memainkan faktor ekonomi global, terutama terkait jalur distribusi energi dunia yang melewati Selat Hormuz.

Dalam aspek militer, Mardani mengakui Iran kemungkinan kalah jika harus berhadapan langsung secara konvensional. Namun, ia menilai ketahanan militer Iran justru berkembang meskipun selama puluhan tahun berada di bawah embargo internasional.

“Jadi kalau head to head militer kalah, tetapi 20 tahun lebih Iran itu diembargo kekuatan militernya tidak mati bahkan berkembang. Bahkan beberapa dari Cina dan dari Rusia bahkan dari Korea Utara sudah masuk,” katanya.

Ia juga menyinggung laporan dari International Atomic Energy Agency yang hingga kini menyatakan Iran belum memiliki senjata nuklir.

Mardani turut menyoroti efektivitas teknologi drone yang digunakan Iran dalam konflik tersebut. Menurutnya, biaya produksi drone Iran relatif murah namun memiliki daya rusak yang signifikan.

“Drone-drone Iran itu very cheap. Nggak sampai 50 ribu dolar. Tapi daya hancurnya terbukti sekarang,” katanya.

Sebaliknya, sistem intersepsi atau pertahanan udara untuk menembak jatuh drone tersebut justru membutuhkan biaya jauh lebih mahal.

Karena itu, Mardani mengingatkan bahwa jika Amerika Serikat memaksakan skenario perang berkepanjangan, bukan tidak mungkin sejarah kekalahan seperti dalam Vietnam War dapat terulang kembali.

“Kalau Amerika memaksakan skenario Vietnam bisa terulang kembali,” pungkasnya.


Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya