Berita

Presiden Filipina Ferdinand Marcos JR. (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Inquirer)

Global

Pengasuh asal Filipina Tewas Dihantam Rudal Iran di Israel

SENIN, 02 MARET 2026 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang pengasuh asal Filipina menjadi korban tewas pertama dalam eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Iran melancarkan serangan balasan ke Israel pada Minggu, 1 Maret 2026, waktu setempat.

Korban diidentifikasi sebagai Mary Ann Velazquez de Vera, warga Pangasinan, Filipina. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos JR. melalui pesan video resmi.

De Vera meninggal dunia setelah terkena pecahan peluru saat membantu pasien lansia yang diasuhnya menuju tempat perlindungan bom. Suaminya, yang juga merupakan pekerja migran Filipina (OFW) di Israel, turut mengonfirmasi identitas korban.


“Pemerintah akan memberikan semua bantuan yang dibutuhkan keluarga mereka,” kata Marcos, dikutip dari Inquirer, Senin 2 Maret 2026.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa konflik yang terjadi berpotensi terus berlanjut. “Saya yakin perang ini akan berlanjut,” ujarnya.

Presiden menegaskan pemerintah terus memantau kondisi warga Filipina di kawasan konflik. “Kami terus memantau dengan cermat situasi warga Filipina yang masih berada di tengah konflik ini,” tambahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, membenarkan kematian De Vera. Ia menyebut serangan tersebut menghantam bangunan sipil di wilayah Tel Aviv.

“Rudal balistik rezim Iran telah membunuh pengasuh asal Filipina ini. Inilah yang dilakukan rezim Iran. Mereka menargetkan warga sipil. Mereka mengincar lingkungan sipil,” tegasnya.

Menurutnya, di dalam gedung tersebut terdapat anak-anak dan warga lanjut usia, termasuk pasien yang dirawat De Vera.

Departemen Pertahanan Nasional Filipina (DND) menyatakan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) dalam kondisi siaga untuk membantu proses kemanusiaan dan evakuasi jika konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran semakin meluas.

“Perlindungan warga negara kami di luar negeri tetap menjadi perhatian utama,” bunyi pernyataan DND.

Serikat buruh Trade Union Congress of the Philippines (TUCP) mendesak pemerintah mengaktifkan sistem respons cepat 24 jam serta memastikan komunikasi real-time dengan para pekerja migran di kawasan konflik.

Data Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) menunjukkan sekitar
975.000 warga Filipina berada di Uni Emirat Arab, 813.000 di Arab Saudi, 250.000 di Qatar, 31.000 di Israel, dan 800 di Iran. Sisanya tersebar di berbagai negara Timur Tengah lainnya.

Kedutaan besar Filipina di sejumlah negara Teluk telah mengeluarkan imbauan keamanan, termasuk meminta warga menyiapkan persediaan makanan, air, obat-obatan, serta dokumen penting seperti paspor.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya