Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio. (Foto: Istimewa)

Politik

Danantara Perlu Komunikasi Publik Agar Tak Dianggap Proyek Elite

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 19:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Danantara dinilai analis komunikasi politik Hendri Satrio menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari kebijakan pengelolaan aset hingga komunikasi publik. 

Hensat, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya memastikan lembaga pengelola investasi ini berjalan selaras dengan kepentingan nasional sekaligus punya arah komunikasi yang transparan.

“Catatan pertama saya, Danantara itu untuk kepentingan nasional. Pertanyaannya, bagaimana memastikan konsolidasi aset strategis negara melalui Danantara bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang tanpa mengorbankan ketahanan fiskal jangka pendek. Digarisbawahi, Danantaranya baik, BUMN-nya belum tentu baik,” ujar Hensat kepada wartawan, Kamis, 22 Januari 2026.


Ia menambahkan, negara kini menghadapi tantangan membiayai pembangunan jangka pendek melalui APBN akibat adanya alih sumber dividen ke Danantara. Menurutnya, salah satu beban paling berat yang selama ini menyulitkan kinerja perusahaan pelat merah adalah tingginya biaya tetap.

“Yang paling membebani BUMN menurut saya adalah fixed cost-nya. Mau BUMN itu rugi atau untung, gajinya sama. Mau rugi atau untung, bonusnya ada. Nah, sekarang bagus nih Pak Prabowo, enggak ada itu tantiem-tantieman,” tutur Hensa.

Selain kepentingan nasional, Hensat juga menyoroti aspek pemerataan manfaat bagi daerah. Ia mempertanyakan bagaimana Danantara dapat memastikan keuntungan investasi nasional benar-benar dirasakan secara merata, terutama dalam bentuk akses ekonomi, infrastruktur, dan lapangan kerja.

"Bagaimana menjamin bahwa manfaat dari investasi nasional melalui Danantara dapat dirasakan secara merata oleh daerah, terutama dalam bentuk akses fiskal, infrastruktur, dan lapangan kerja? Banyak daerah bergantung pada transfer pusat untuk pembangunan dasar, tanpa mekanisme distribusi yang adil,” katanya.

Tanpa mekanisme distribusi yang adil, Danantara justru berpotensi memperlebar kesenjangan antarwilayah. Ia mencontohkan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur memiliki banyak BUMN, sementara daerah lain belum tentu memperoleh efek ekonomi yang sama kuatnya.

Di sisi lain, Hensat menilai Danantara juga perlu membangun komunikasi publik yang baik agar dapat diterima masyarakat luas dan tidak dianggap sebagai proyek elite ekonomi semata.

"Danantara harus membangun komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis bukti agar publik, terutama di daerah, memahami dan menerima kebijakan ini sebagai bagian dari agenda pembangunan bersama sebab jika tidak dikomunikasikan dengan baik, Danantara akan dianggap sebagai instrumen sentralisasi dan elitisme politik," ujar Hensat.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya