Berita

Jokowi saat menjabat sebagai presiden RI tengah melakukan uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Politik

Enggan Tanggung Utang Kereta Cepat Cara Prabowo Tidak Mau Digelendotin Jokowi

SENIN, 13 OKTOBER 2025 | 10:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang melepas tanggung jawab pemerintah untuk membayar utang proyek kereta cepat era Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai sebuah terobosan. 

"Jokowi pastinya sangat ketar-ketir terkait utang Whoosh. Cara Purbaya dengan melepas tanggungjawab pemerintah tidak mau menanggungnya adalah terobosan," kata Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto kepada RMOL di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.

Menurut Hari, langkah Purbaya tersebut sudah pasti terkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto.


"Prabowo sudah tidak mau digelendotin Jokowi," terang Hari.

Selain itu kata Hari, Purbaya juga dipastikan sudah mendapatkan informasi utuh setelah dua jam pertemuan dengan Presiden Prabowo di Kertanegara.

"Sehingga statement Purbaya terkait utang Whoosh penuh keyakinan dan percaya diri. Atau statement Purbaya juga bentuk penyelamatan bagi tuan sebelumnya yang turut berperan proyek Whoosh yang bernama Luhut Binsar Panjaitan (LBP) yang selama 10 tahun Jokowi, Purbaya bersandar dengan LBP," pungkas Hari.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya