Berita

Ilustrasi (Gambar: Imagined by Babbe)

Bisnis

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

KAMIS, 21 MEI 2026 | 08:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street ditutup menguat tajam setelah muncul harapan meredanya konflik di Timur Tengah usai Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kini sudah memasuki tahap akhir.

Dikutip dari CNBC International, Kamis 21 Mei 2026, pada perdagangan Rabu, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 645,47 poin atau 1,31 persen dan ditutup di level 50.009,35. Sementara indeks S&P 500 naik 1,08 persen menjadi 7.432,97, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,54 persen ke posisi 26.270,36.

Optimisme investor meningkat karena pasar melihat peluang tercapainya kesepakatan diplomatik yang dapat meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sebelumnya, konflik sempat memicu kekhawatiran besar terhadap gangguan pasokan energi global.


Pasar sebelumnya diguncang setelah pemerintahan Trump melakukan blokade pelabuhan Iran, sementara Teheran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia. Situasi tersebut sempat membuat harga minyak melonjak tajam.

Namun, harga minyak mulai bergerak lebih stabil setelah muncul sinyal negosiasi antara Washington dan Teheran. Pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia, minyak mentah WTI naik 0,78 persen menjadi 99,03 Dolar AS per barel, sedangkan Brent menguat 0,73 persen ke level US$105,72 per barel.

Meski kembali naik tipis, sehari sebelumnya harga minyak sempat anjlok lebih dari 5 persen karena investor mulai yakin risiko konflik besar di Timur Tengah dapat berkurang apabila proses diplomasi terus berlanjut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya