Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Kesehatan

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

KAMIS, 21 MEI 2026 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda masih menjadi situasi yang berkembang cepat. 

Dalam konferensi pers pada Rabu, 20 Mei 2026, CDC menegaskan bahwa mereka bersama pemerintah AS dan mitra internasional terus bekerja untuk mengendalikan penyebaran penyakit serta melindungi warga Amerika yang berada di wilayah terdampak.

Pejabat CDC, Dr. Satish Pillai, mengatakan seorang warga Amerika yang terinfeksi Ebola telah dipindahkan ke Jerman dan kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil. Selain itu, beberapa warga Amerika lain yang dianggap berisiko tinggi terpapar Ebola juga dipindahkan dari DRC ke Jerman dan Republik Ceko untuk mendapatkan akses perawatan khusus jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 


Menurut CDC, seluruh proses evakuasi dilakukan dengan prosedur medis ketat untuk melindungi masyarakat dan tenaga kesehatan.

CDC juga menegaskan risiko penyebaran Ebola ke AS saat ini masih rendah. Pillai menekankan bahwa Ebola tidak menular hanya karena berada dekat dengan seseorang di ruang publik. 

“Ebola menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh individu yang terinfeksi, sakit, atau meninggal. Anda tidak dapat tertular Ebola hanya dengan berada di dekat seseorang atau berpapasan dengan mereka di ruang publik,” kata Pillai, dikutip dari sirus resmi CDC, Kamis 21 Mei 2026.

Dalam penjelasannya, CDC menyebut sistem pemeriksaan kesehatan di bandara dan pelabuhan masuk AS sudah berjalan 24 jam. Pemeriksaan dilakukan mulai dari negara asal keberangkatan hingga saat tiba di AS. Pemerintah juga terus menyusun langkah tambahan terkait pemantauan dan pengawasan perjalanan dari negara yang terdampak wabah.

Terkait vaksin dan pengobatan, CDC mengakui saat ini belum ada vaksin yang disetujui khusus untuk strain Ebola Bundibugyo yang sedang merebak. Meski begitu, pemerintah AS bersama mitra internasional sedang membahas penggunaan vaksin eksperimental, terapi antibodi monoklonal, dan berbagai langkah medis lain untuk membantu penanganan wabah.

CDC juga mengungkapkan mereka telah mengirim puluhan tenaga ahli ke wilayah terdampak, mulai dari epidemiolog, ahli laboratorium, hingga spesialis komunikasi kesehatan. Namun karena situasi keamanan di lokasi wabah sangat tidak stabil, staf CDC tidak langsung ditempatkan di pusat wabah, melainkan bekerja melalui organisasi mitra dan lembaga kesehatan lokal.

Pillai menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menangani wabah Ebola. Ia mengatakan pendekatan kepada komunitas lokal akan terus menjadi bagian penting dalam strategi penanganan agar masyarakat mau mencari pengobatan dan bekerja sama dengan petugas kesehatan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya