Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Publik Tunggu Keseriusan DPR Godok RUU Perampasan Aset

SENIN, 05 MEI 2025 | 11:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset bagi pelaku korupsi disorot pengamat politik Adi Prayitno.

Adi mempertanyakan kenapa RUU Perampasan Aset tersebut belum juga disahkan, meskipun sudah mendapat dukungan dari eksekutif.

“Ketika Presiden Prabowo sudah mendukung RUU Perampasan Aset, lalu apa sebenarnya yang jadi persoalan sehingga undang-undang ini tidak segera diwujudkan?” kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Senin 5 Mei 2025.


Menurutnya, saat ini bola ada di tangan DPR. Ia menyebut publik menunggu bagaimana komitmen nyata dari para wakil rakyat di Senayan dalam membahas dan mengesahkan aturan tersebut.

Adi menegaskan bahwa pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi tolok ukur keseriusan negara dalam memberantas korupsi, terutama dalam memiskinkan para pelaku.

"Ini selalu dijadikan ukuran bagaimana komitmen, prinsip, keseriusan untuk memiskinkan para perilaku korup ataupun memiskinkan para koruptor itu betul-betul dilakukan bukan sebatas gimik, bukan sebatas retorika," kata Adi.

Analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu menggarisbawahi, RUU Perampasan Aset ini telah lama dinanti publik sebagai langkah konkret dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya