Berita

Pengajar Universitas Pertahanan, Dr Heru Dewanto/Ist

Politik

Indonesia Emas Cepat Terwujud jika Pemerintah Peduli Inovator

SENIN, 03 MARET 2025 | 22:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa diwujudkan jika pemerintah memberi perhatian lebih kepada para inovator. Di banyak negara, inovator mempunyai peran vital dalam kemajuan sebuah bangsa. 

"Di Indonesia dan beberapa negara lain, kalau seorang inovator gagal dalam sebuah upaya komersialisasi inovasi, maka dampaknya penyandang dana menjauh dan komunitas di seputaran inovasi tersebut akan mengecap sebagai seorang yang gagal," kata pengajar Universitas Pertahanan, Dr Heru Dewanto dalam keterangan tertulisnya, Senin, 3 Maret 2025.

Saat ini, Heru menilai sistem sosial di Indonesia belum kondusif untuk penciptaan new money, melainkan lebih suka mendaur ulang old money.


Contoh nyata praktik tersebut terlihat pada ekstraksi minyak bumi hingga menjadi net importer, pembabatan hutan dan kelapa sawit. Hingga, kata dia, praktik mengeruk batu bara dan sumber daya mineral yang selama ini menjadi anugerah sang pencipta.

"Padahal, inovasi dan aplikasi teknologi baru akan menghasilkan new money yang didapatkan melalui tumbuh kembangnya mesin-mesin ekonomi baru," sambung Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini.

Melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi itulah, cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa terwujud, bukan hanya dengan mengandalkan old money lewat eksplorasi alam.

"Salah satu mesin ekonomi yang diandalkan adalah industrialisasi dan hilirisasi. Kalau kita melihat sejarah negara maju, semua berhasil karena peran industrinya," sambungnya.

Namun untuk hilirisasi memang membutuhkan kecermatan dan pengetahuan teknis. Yang paling logis dimulai dengan hilirisasi komoditas unggulan seperti nikel, bauksit, dan timah.

"Yang lebih penting lagi adalah menjadikannya keunggulan kompetitif, jawabannya adalah pilihan teknologi. Terutama teknologi ekstraksi di rantai nilai yang paling hulu seperti HPAL (high presure acid leaching) untuk nikel," tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya