Berita

Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Presiden RI, Prabowo Subianto/Net

Dunia

Prabowo Galang Dukungan Global South Lewat Kunjungannya ke Tiongkok

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 19:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto ke China dinilai sebagai upaya Indonesia memperkuat hubungan dengan negara-negara Global South atau negara berkembang.

Analisa itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Global Future Institute, Hendrajit kepada RMOL pada Senin, 11 November 2o24.

Hendrajit membantah klaim bahwa keputusan Prabowo memilih China sebagai destinasi kunjungan kenegaraan pertamanya mencerminkan sikap keberpihakan pada blok tertentu.


Menurutnya, apa yang dilakukan Prabowo merupakan implementasi dari gerakan nonblok dan politik luar negeri bebas aktif di mana indonesia merespons konstelasi global sesuai kepentingan strategis nasionalnya.

"Dengan demikian lawatan pertama ke Cina tak bisa dibaca ngeblok ke Cina. Hal ini menurut saya bentuk dari penjabaran nonblok dan bebas aktif secara proaktif dalam diplomasi dan konstruktif sebagai kebijakan luar negeri," papar Hendrajit.

Dia menilai tujuan strategis dari kunjungan itu ialah upaya Prabowo menggalang kerja sama negara-negara Global South yang notabene merupakan negara berkembang.
 
"Dalam konteks ini, kunjungan awal ke Cina jadi strategis. Karena Cina dan Rusia, dalam soal ini, satu haluan dengan kepentingan Global South. Dan Indonesia tentunya," ujarnya.

Selain itu, Hendrajit menyebut bergabungnya Indonesia dalam gerakan Global South maka Prabowo dapat memiliki daya tawar kuat menghadapi AS dan Uni Eropa.

"Prabowo justru punya bargaining position kuat menghadapi AS dan Uni Eropa. Tinggal berpulang pada AS dan sekutu-sekutu baratnya. Apakah masih mengaitkan isu-isu demokrasi, HAM dan Lingkungan Hidup, sebagai prasyarat kerja sama ekonomi dan perdagangan," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya