Berita

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kantornya, kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 11 November 2024/RMOL

Bisnis

Ferry Juliantono Bakal Temui Peternak Rumuskan Solusi Pengolahan Susu

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 17:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keluhan peternak sapi perah terkait kebijakan Industri Pengolahan Susu (IPS) yang mengurangi pembelian susu dari produsen lokal telah sampai di telinga Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.

Kebijakan ini menyebabkan pasokan susu segar melimpah dan tidak terserap optimal oleh industri. Hal ini membuat peternak susu kecewa dan melakukan aksi mandi susu hingga buang susu ke TPA.

Setidaknya, 50 ribu liter susu atau setara dengan Rp400 juta dibuang untuk aksi mandi susu yang dilakukan oleh peternak sapi perah, pelopor dan pengepul susu Boyolali, Jawa Tengah.


Ferry pun berencana mengunjungi Boyolali pada Kamis mendatang, 14 November 2024 untuk mengadakan pertemuan dengan koperasi peternak sapi perah, baik yang beranggotakan peternak perorangan maupun yang tergabung dalam usaha dagang. 

Dalam kunjungan ini, Ferry berharap dapat merumuskan solusi cepat bagi peternak yang terdampak. Ia juga menyatakan akan melibatkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dalam upaya tersebut.

“Kementerian Koperasi merasa penting mendorong koperasi-koperasi susu di Indonesia agar memiliki pabrik pengolahan susu sendiri,” ujar Ferry didampingi Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di kantornya, kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 11 November 2024.

Ia menjelaskan bahwa 70 persen dari total produksi susu nasional dihasilkan oleh koperasi peternak sapi perah, meski produksi lokal saat ini baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional.

"Oleh karena itu sisa 80 persen yang sementara ini dilakukan importasi, secara bertahap akan kita kurangi dan akan kita dorong industri pengolahan susu yang berbadan hukum, berbadan usaha koperasi," jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian sektor susu nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak dalam negeri.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya