Berita

Putra sulung Bung Karno, Guntur Soekarnoputra/RMOL

Politik

Guntur Soekarnoputra:

Kekuasaan Soekarno Dicabut secara Tidak Sah

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 21:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pencabutan kekuasaan Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia disebut tidak sah.

Pandangan tersebut disampaikan putra pertama Soekarno, Guntur Soekarnoputra usai menerima surat keputusan berisi tidak berlaku TAP MPRS No.XXXII/MPRS/1967 dari Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Senin (9/9).

Menurut Guntur, tidak berlaku TAP MPRS No.XXXII/MPRS/1967 membuktikan pelengseran Soekarno sebagai Presiden pertama RI tidak sah.


"Tentang pencabutan kekuasaan negara dari Presiden Soekarno atau tentang pendongkelan Presiden Soekarno yang dilakukan secara tidak sah," kata Guntur.

Namun demikian, pergantian kepemimpinan dari Soekarno ke Soeharto disikapi secara arif oleh keluarga besar Bapak Proklamator Indonesia ini.

"Bagi keluarga besar Bung Karno dan rakyat Indonesia, perihal harus berhenti dari jabatan Presiden adalah perkara biasa karena kekuasaan seorang Presiden Indonesia harus ada batasnya," sambungnya.

Guntur lantas mengulas sikap Bung Karno saat menerima ketetapan MPRS untuk menjadi presiden seumur hidup. Saat itu, Bung Karno menyebut keputusan tersebut harus ditinjau kembali.

"Yang tidak kami terima adalah alasan pemberhentian Presiden Soekarno karena dituduh melakukan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara dengan memberikan dukungan terhadap pemberontakan G30S PKI pada 1965 yang lalu," tutupnya.

Adapun TAP MPRS No 33/1967 berisi tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno. TAP MPRS ini menyinggung keterlibatan Soekarno dalam peristiwa G30S PKI.

Bagian pertimbangan TAP MPRS itu menyebut Soekarno membuat keputusan yang dinilai menguntungkan gerakan G30S PKI. Selain itu, Soekarno disebut melindungi para tokoh PKI.

Penyerahan surat oleh pimpinan MPR dikemas dalam acara silaturahmi kebangsaan di Ruang Delegasi, Lantai 2 Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta.

Selain Guntur, hadir keluarga Bung Karno, antara lain Megawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra. Hadir juga cucu Bung Karno, yakni Tatam Soekarnoputra dan M Prananda Prabowo.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya