Berita

Anies Baswedan dan Heru Budi Hartono/Ist

Publika

Anies Berkibar, Heru Tenggelam Lagi

OLEH: ALEX WIBISONO*
MINGGU, 16 JUNI 2024 | 23:04 WIB

JELANG Pilkada Jakarta 24 November 2024 semua membicarakan Anies Baswedan. Anies lagi, Anies melulu, Anies terus. Orang lupa Jakarta saat ini dipimpin Heru Budi Hartono. Orang kepercayaan Presiden Jokowi yang dijadikan Pj Gubernur DKI Jakarta. Kok luput dari pembicaraan publik. Kenapa ya?

Dua tahun memimpin Jakarta, harusnya Heru masuk radar persaingan gubernur. Kenapa namanya kagak muncul? Kagak ada orang yang membicarakannya? Apa kagak menarik.

Saat awal jadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru bersemangat. Saking semangatnya, banyak program Anies dihentikan. Jalan sepeda dan trotoar dibongkar. KJP (Kartu Jakarta Pintar) belum juga disalurkan. Kartu Lansia dipotong. Bantuan untuk marbot masjid dan musala tinggal 50 persen.


Ini bentuk antitesa revolusioner Heru kepada Anies. Waktu itu, nama Heru sempat populer. Semua orang membicarakan cara-cara kontroversialnya. Tapi sekarang? Saat jelang Pilkada Jakarta, nama Heru seolah lenyap ditelan badai politik.

Apakah karena Heru kagak minat masuk bursa calon Gubernur Jakarta? Minat atau kagak, survei akan tetap bunyi. Denger-denger elektabilitas Heru cuma 1 koma sekian persen. Kalau ini bener, berarti dua tahun kerja Heru di Jakarta kagak diterima warga Jakarta.

Mudah sekali mengukurnya. Kalau masyarakat Jakarta respons, elektabilitas Heru pasti tinggi. Paling tidak di atas 30 persen lah. Minimal di angka 20-an persen lah. Kalau cuma 1 persen, itu artinya Heru gagal.

Ini membuktikan warga Jakarta kecewa. Kekecewaan warga Jakarta dipimpin Heru ini menguntungkan Anies Baswedan. Orang jadi merindukan kembali kepada sosok Anies Baswedan.

Buktinya memang elektabilitas Anies di Jakarta melambung tinggi. Ini di antaranya karena Heru gagal menarik simpatik warga DKJ. Fakta inilah yang membuat PKB dan PDIP tertarik untuk mengusung Anies.

Mau dibantah kayak apapun, Heru Budi kagak bisa pungkiri hasil elektabilitasnya. Memang jeblok. Ini artinya memang warga Jakarta kagak terima Heru, dan masih menginginkan Anies. Kerja keras Heru untuk menghancurkan nama Anies gagal total. Akhirnya, Heru hanya jadi tumbal. Dibully habis-habisan.

Kabar yang beredar, Heru minat sekali nyagub. Beberapa pengusaha Jakarta ngomongin ini. Heru ingin, Heru minat, Heru udah kerja keras. Sayangnya, elektabilitas Heru kagak naik-naik. Kagak bergerak-gerak. Ya, nasib itu mah... salah strategi kali ya... Anies dilawan, kata temen gue.

Jadi inget PDIP. Hajar Anies, eh malah kehilangan 13 kursi DPRD. Dari 28 kursi saat Pilgub DKI 2017. Sekarang tinggal 15 kursi. PDIP pun insaf, dan sekarang dukung Anies. Apakah Heru akan ikut insaf dengan kagak menyerang Anies?

*Penulis adalah pemerhati sosial politik



Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya