Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pemerintah Serap Rp22 T dari Lelang Tujuh Seri SUN

RABU, 12 JUNI 2024 | 09:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah menyerap dana sebesar Rp22 triliun dari lelang Surat Utang Negara yang digelar Selasa (11/6).

Siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa total penawaran yang masuk sebesar Rp42,96 triliun.

Ada tujuh seri Surat Utang Negara yang dilelang melalui sistem lelang Bank Indonesia, yaitu seri SPN03240911 (new issuance), SPN12250612 (new issuance), FR0101 (reopening), FR0100 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (reopening).


Rincian total penawaran yang masuk adalah; untuk seri SPN03240911 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp2,39 triliun, SPN12250612 sebesar Rp4,089 triliun, FR0101 sebesar Rp13,25 triliun, FR0100 sebesar Rp12,45 triliun, FR098 sebesar Rp4,35 triliun, FR097 sebesar Rp3,92 triliun dan seri FR0102 sebesar Rp2,48 triliun.

Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan hasil lelang untuk seri SPN03240911 jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp0,2 triliun, SPN12250612 sebesar Rp1 triliun, FR0101 sebesar Rp7,7 triliun.

Selanjutnya seri FR0100 sebesar Rp7,8 triliun, seri FR0098 sebesar Rp2,15 triliun, FR0097 sebesar Rp1,25 triliun serta seri FR0102 sebesar Rp1,9 triliun.

Total nominal yang dimenangkan pada lelang SUN tersebut adalah sebesar Rp22 triliun.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya