Berita

Anggota Lembaga Pengembang UMKM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Kelautan dan Perikanan, Siswanto Rusdi/Ist

Bisnis

Soroti Kebijakan KKP, PP Muhammadiyah: Hentikan Aksi Premanisme!

SELASA, 10 OKTOBER 2023 | 14:31 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pelaku usaha perikanan nasional bergeming usai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berlakukan kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).
 
Kebijakan yang ditujukan untuk menggenjot Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor perikanan tangkap itu dinilai menjadi ajang pemerasan kepada pelaku usaha.

Menyikapi hal itu, anggota Lembaga Pengembang UMKM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Kelautan dan Perikanan, Siswanto Rusdi, menilai tindakan pemerintah dalam hal ini KKP sudah seperti aksi premanisme.


“Hentikan sudah, aksi-aksi seperti itu yang menyulitkan pelaku usaha perikanan kita. Ini seperti aksi premanisme,” ungkap Siswanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/10).

“Sekarang ini bukan lagi eranya seperti itu. Pelaku usaha ingin berkembang, janganlah dibikin susah dengan suatu kebijakan,” tambahnya.

Siswanto yang juga Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin) itu meminta legislator di Senayan, khususnya Komisi IV DPR RI yang bermitra dengan KKP untuk memanggil Menteri Sakti Wahyu Trenggono perihal kebijakan tersebut.

“Jadi DPR ini jangan diam saja. Kalau ada pemerintah yang kebijakannya justru menyulitkan rakyat, ya harus segera dievaluasi,” tegasnya.

Sebelumnya, pelaku usaha perikanan asal Juwana, Pati, Jawa Tengah, Subaskoro, membeberkan kondisinya usai KKP memberlakukan kebijakan tersebut.

“Banyak ditemukan di lapangan para pemilik kapal diminta untuk mengajukan permohonan sertifikasi kuota agar mereka bayar PNBP ke negara sedangkan selama ini pemilik kapal sudah bayar sistem pasca dan sebelum sistem pasca yang sekarang dijalankan para pemilik kapal sudah bayar pra atau sebelumnya,” jelas Baskoro, Senin (9/10).

“Jadi hematnya, banyak para pemilik kapal yang awal mula sudah bayar pra terus di tengah 2023 disuruh beralih ke pasca dan sudah beralih. Nah sekarang menjelang akhir 2023 yang sudah pasca tadi dipaksa bayar pra hanya untuk mengajukan sertifikasi kuota,” jelasnya lagi.

Oleh karena itu, dia menganggap kebijakan ini sangat berbahaya buat kelangsungan usaha perikanan tangkap.

“Ini berbahaya karena KKP sudah mengarah kepada pengancaman bahkan pemerasan ke pemilik kapal. Karena kalau tidak diurus SIUP (Surat Izin Usaha Perikanan) PIT dan urus sertifikasi kuota, maka pemilik kapal, izin SIUP-SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan) dibekukan. Apa ini tidak pengancaman,” tegas Baskoro.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya