Berita

Presiden Jokowi/Net

Publika

Pepesan Kosong Restu Jokowi

OLEH: BUDIANA IRMAWAN*
SENIN, 17 JULI 2023 | 00:56 WIB

PRABOWO Subianto bakal calon presiden dari Partai Gerindra menunggu restu Jokowi menggandeng calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Kendati Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) jauh hari sudah deklarasi Koalisi Indonesia Raya. Muhaimin Iskandar Ketum PKB yang berharap menjadi calon wakil presiden statusnya masih digantung tanpa kepastian.

Begitupula Airlangga Hartarto Ketum Partai Golkar. Koalisi Indonesia Bersatu dibangun bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak jelas juntrungannya. PPP malah terang-terangan pindah koalisi bergabung dengan PDIP mengusung bakal calon presiden Ganjar Pranowo.

PAN sendiri terkunci oleh figur calon wakil presiden Erick Thohir sebagai syarat mutlak koalisi yang ditawarkan baik kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.


Semua partai politik pendukung pemerintah tersebut mengakui langkah politiknya kehendak presiden Jokowi. Sikap elite partai politik yang memalukan, menunjukan tidak punya independensi dalam mengambil keputusan strategis.

Menunggu restu Jokowi implisit mengandaikan limpahan suara dari loyalis Jokowi yang diasumsikan konstan seperti Pemilu 2019. Meskipun survei tingkat kepuasan terhadap Jokowi mencapai 80 persen, namun hasil survei ini terasa kontradiksi di tengah himpitan ekonomi rakyat kecil. Jadi, sangat mungkin fakta riil sebaliknya.

Mencium aroma tidak sedap eksponen Partai Golkar melalui Dewan Pakar Partai Golkar mengeluarkan rekomendasi mengevaluasi kepemimpinan Airlangga Hartarto Ketum Partai Golkar.

Kecemasan Dewan Pakar Partai Golkar cukup beralasan. Lembaga Survei Indonesia (LSI) elektabilitas partai politik sampai awal Juli 2013 melansir bahwa Partai Golkar hanya 6 persen, bahkan mampu disalip Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berada di urutan ketiga setelah PDIP dan Partai Gerindra. Implikasinya Partai Golkar bisa kehilangan hampir 50 kursi di DPR dibandingkan raihan Pemilu 2019.

Jangan lupa, Pemilu 2024 dilaksanakan serentak antara pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg). Tentu figur calon presiden yang diusung memiliki coattail effect (efek ekor jas) terhadap raihan kursi legislatif.

Artinya selama ini Airlangga Hartarto selalu mengidentikan dirinya dengan Jokowi justru secara tidak langsung menguntungkan PDIP. Bukankah presiden Jokowi kader PDIP yang gamblang diberi atribut petugas partai?

Hal yang sama terjadi juga dengan Prabowo Subianto. Puja-puji berlebihan kepada presiden Jokowi ingin menunjukan loyalitas sebagai pembantu presiden memang tidak salah. Tetapi dalam konteks kepentingan Pemilu 2024 sikap Prabowo Subianto yang seolah-olah legowo tanpa disadari justru memperbesar coattail effect buat partai politik kompetitor, yaitu PDIP.

Kekeliruan kalkulasi partai politik pendukung pemerintah itu terjustifikasi oleh hasil survei Indostrategic ternyata cuma 19,3 persen dan menurut Litbang Kompas 16 persen yang memilih calon presiden ikut pilihan Jokowi.
Jika demikian, restu presiden Jokowi sekadar pepesan kosong. Tidak signifikan mendongkrak suara pada Pemilu 2024.

Waktu belum terlambat, kini yang dituntut diferensiasi platform dan program kerja partai politik yang dinilai tepat mampu mengartikulasikan kepentingan publik. Bukan semata-mata mengandalkan pencitraan, apalagi bertumpu pada figur yang sebenarnya sudah irelevan.

*Penulis Pemerhati Kebijakan Publik

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya