Berita

Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia/RMOL

Politik

Jokowi Bilang KIB dan KIR Cocok Bergabung, Golkar: Alhamdulillah

SELASA, 04 APRIL 2023 | 01:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menilai cocok jika Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN, PPP dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) Gerindra-PKB ditanggapi santai DPP Partai Golkar.

Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia merasa bersyukur Presiden Jokowi merasa cocok apabila KIB dan KIR bergabung menjadi koalisi besar. Pihaknya tidak bisa mengaku tidak cocok apabila orang nomor satu di Indonesia sudah berkata demikian.

“Ya kalau Pak Presiden saja bilang cocok masa kita bilang enggak cocok? kan gitu, kalau Pak Jokowi bilang cocok ya cocoklah kita, alhamdulilah,” kata Doli kepada wartawan, Senin (3/4).


Namun begitu, Doli menyebut bahwa koalisi besar itu hanya sekadar merupakan gambaran Indonesia yang besar dengan semangat kebersamaan dalam membangun bangsa.

“Semakin besar sinergi kekuatan politik itu tentu akan diharapkan bisa punya energi lebih besar juga untuk membangun bangsa Indonesia ke depan,” tuturnya.

Sebab, sambungnya, dalam konteks Pemilu 2024 setiap parpol yang meskipun telah bergabung dalam sebuah koalisi, sejatinya tetap ingin memperoleh kemenangan.

“Maka kita pasti punya strategi masing-masing dalam membangun strategi itu kan makin kuat makin besar kita membangun kekuatan, membangun barisan. Maka itu makin berpeluang untuk menang,” demikian Doli.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) cocok menjadi koalisi besar.

Hal itu disampaikan Jokowi usai adakan pertemuan dengan para ketua umum partai di acara silaturahmi Ramadan di DPP PAN, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Minggu lalu (2/4).

“Cocok,” ujar Jokowi menjawab pertanyaan wartawan.

Jokowi mengatakan bergabungnya KIB dan KKIR merupakan sesuatu yang dapat dimusyawarahkan demi kebaikan rakyat.

Meski begitu, Jokowi enggan berkomentar lebih jauh soal tindak lanjut bergabungnya kedua koalisi tersebut.

“Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai. Untuk kebaikan negara untuk kebaikan bangsa untuk rakyat, hal yg berkaitan bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik,” katanya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya