Berita

Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT)/Ist

Politik

Jokowi Ngapain Aja, Kok Baru Tahu Proyek Sodetan Ciliwung Mangkrak?

RABU, 25 JANUARI 2023 | 19:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Klaim Presiden Joko Widodo yang menyebut proyek sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) mangkrak selama 6 tahun, menjadi perdebatan.

Dikatakan Kepala Badan Komunikasi Strategi (Bakomstra) DPD Demokrat DKI Jakarta Taufik Rendusara, Presiden Jokowi seharusnya mengkritik dirinya sendiri jika benar proyek tersebut mangkrak.

Pasalnya, kata politisi yang karib disapa Tope itu, proyek KBT dikelola pusat di bawah Kementerian PUPR.


"For your information Pak Jokowi, BBWS Ciliwung Cisadane di bawah Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang bertanggung jawab atas wilayah sungai Ciliwung Cisadane, yang menjadi wilayah pusat," cuit Tope di akun Twitternya, Rabu (25/1).

Justru, Tope mempertanyakan apa saja yang dikerjakan Presiden Jokowi sampai baru tahu ada proyek mangkrak di bawah kabinetnya itu.

"Pak Jokowi selama 6 tahun belakangan ini ngapain saja kok bisa mangkrak itu kerjaan?" pungkasnya.

Saat meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) pagi ini, Presiden Jokowi menyampaikan bor besar sedang bekerja menggerus lumpur dari inlet ke arriving shaft sepanjang 590 m yang nanti akan menjadi membentuk terowongan sejauh 1,2 km dari Kali Ciliwung menuju KBT.

Kata Jokowi, dua terowongan, masing-masing berdiameter 3,5m akan mengalirkan air dari Ciliwung ke KBT dan mengurangi debit air 33-63 m3 per detik sesuai status siaga banjir Jakarta.

"Proyek ini sudah berhenti 6 tahun dan sekarang lanjut lagi, mudah-mudahan selesai pada April 2023," kata Jokowi di akun Twitternya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya