Berita

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin/Net

Kesehatan

Kata Menkes, Ini 3 Penyakit yang Paling Besar Dibiayai BPJS Kesehatan

KAMIS, 01 DESEMBER 2022 | 18:17 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ada 3 penyakit yang menjadi sorotan utama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena menyedot pembiayaan paling besar. Untuk kemudian dilakukan restrukturisasi rumah sakit terkait dengan penyakit-penyakit tersebut.

"Kita akan melakukan restrukturisasi dari rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia. Kembali lagi, tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat khususnya ke penyakit-penyakit yang burden of disease-nya yang menyebabkan biaya paling tinggi. Yaitu jantung, stroke, dan kanker," papar Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/12).

Penyakit jantung menjadi penyakit yang paling banyak menyedot pembiayaan BPJS Kesehatan sebesar Rp 10,3 triliun. Kemudian kanker Rp 2,8 triliun, stroke Rp 2,5 triliun,
gagal ginjal Rp 2,3 triliun, dan thalassemia Rp 109,2 miliar.

gagal ginjal Rp 2,3 triliun, dan thalassemia Rp 109,2 miliar.

Lebih lanjut, Menkes membeberkan poin-poin prioritas anggaran Kemenkes RI. Salah satunya, sebut Menkes, anggaran yang sebelumnya diprioritaskan untuk penanganan pandemi Covid-19, kini bergeser menjadi peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

"Prioritas sudah bergeser yang tadinya penanganan pandemi sekarang kembali untuk fokus ke meningkatkan kualitas layanan masyarakat fokusnya adalah ke pelayanan primer nomor satu," uca Menkes.

"Jadi kita akan melakukan alokasi anggaran yang cukup untuk revitalisasi puskesmas, posyandu, kemudian program-program yang sifatnya promotif (dan) preventif itu adalah salah satu prioritas kita menjaga masyarakat kita tetap sehat bukan mengobati orang sakit," demikia Budi Gunadi Sadikin.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya